Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

KPK Minta Bantuan Keluarga Tangkap Bupati Kuansing

Nasional KPK Kasus Suap kasus korupsi OTT KPK OTT KPK di Riau Bupati Kuansing Andi Putra OTT Bupati Kuansing
Candra Yuri Nuralam • 20 Oktober 2021 05:55
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Andi Putra, dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Riau. Penangkapan itu dibantu keluarga Andi.
 
"Tim KPK meminta pihak keluarga AP (Andi Putra) untuk menghubungi AP agar kooperatif," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Oktober 2021.
 
Lili mengatakan upaya itu diambil karena penyidik KPK sudah mencari Andi di dua rumahnya yang berbeda. Keberadaan Andi sempat tidak diketahui saat itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyelidik KPK akhirnya meminta keluarga Andi untuk menghubunginya. Saat itu, keluarga meminta Andi untuk menemui penyelidik KPK di Polda Riau.
 
Baca: Bupati Kuansing Ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK
 
Upaya itu membuahkan hasil. Bupati Kuansing Andi Putra akhirnya menyerahkan diri ke Polda Riau untuk diperiksa KPK sekitar pukul 22.45 WIB pada Senin, 18 Oktober 2021.
 
"Selanjutnya tim KPK meminta keterangan kepada pihak-pihak dimaksud," tutur Lili.

Kronologi suap Bupati Kuansing 


KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka dari OTT di Riau. Mereka ialah Bupati Kuansing Andi Putra dan General Manager PT Adimulia Agrolestari Sudarso.
 
Kasus ini dimulai saat Sudarso mencoba menghubungi Andi agar perizinan hak guna usaha lahan kebun sawit yang dikelola perusahaannya di Kuansing direstui diperpanjang. Izin hak guna usaha kebun sawit perusahaan milik Suharso berakhir pada 2024.
 
"Salah satu persyaratan untuk memperpanjang hak guna usaha dimaksud adalah dengan membangun kebun kemitraan minimal 20 persen dari hak guna usaha yang diajukan," ujar Lili.
 
Tak lama setelah permintaan itu, Sudarso dan Andi bertemu. Dalam pertemuannya, Andi menyebut perpanjangan hak guna usaha di Kuansing membutuhkan uang minimal Rp2 miliar.
 
KPK menduga pertemuan itu tidak hanya membahas cara perpanjangan hak guna usaha. Lembaga Antikorupsi menyebut Andi dan Sudarso membuat kesepakatan jahat.
 
General Manager PT Adimulia Agrolestari Sudarso juga memberikan sejumlah uang ke Andi dalam kesepakatan itu. Uang diberikan dengan dua tahap.
 
Pertama, Suharso memberikan Rp500 juta kepada Andi sekitar September 2021. Kedua, Suharso menyerahkan Rp200 juta kepada Andi pada 18 Oktober 2021. Total, Andi diduga mengantongi Rp700 juta dari Sudarso.
 
Sudarso disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.
 
Bupati Kuansing Andi Putra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif