Kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak. (Medcom.id/Siti Yona)
Kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak. (Medcom.id/Siti Yona)

Irjen Sambo Disebut Berbohong Soal Brigadir J Lecehkan Istri di Magelang

Siti Yona Hukmana • 12 Agustus 2022 09:05
Jakarta: Pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menegaskan Irjen Ferdy Sambo berbohong soal kliennya melecehkan istri Sambo, Putri Candrawathi, di Magelang. Sambo menyampaikan hal itu saat  diperiksa sebagai tersangka di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis, 11 Agustus 2022. 
 
"Bohong itu. Jadi begini, kalau istri mu sudah dilecehkan di Magelang, kamu sebagai Kadiv Propam mungkin enggak kamu kasih istrimu dikawal orang yang sudah melecehkan balik ke Jakarta?" kata Kamaruddin saat dikonfirmasi, Jumat, 12 Agustus 2022. 
 
Dia memandang mantan Kadiv Propam Polri itu menggali kebohongan untuk menutupi kebohongan. Perbuatan Irjen Ferdy Sambo dinilai semakin memalukan institusi Polri. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada orang yang menyerahkan istrinya untuk dikawal orang yang telah melecehkan istrinya, kecuali Ferdy Sambo. Itu ndak masuk akal. Anak SD (sekolah dasar) saja bisa mencerna," ujar dia. 
 
Rekayasa jenderal bintang dua itu, kata Kamaruddin, terlalu jelas. Mulanya pelecehan seksual disebut terjadi di rumah dinas, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Jumat, 8 Juli 2022. Kasus itu dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) . 
 
"Sekarang jadi bergeser ke Magelang. Ini mabuk tanpa minum. Kenapa dia bikin laporan di Jaksel kalau kejadiannya di Magelang. Kenapa dia tidak perintahkan Kabid Propamnya untuk menangkap Yosua waktu di Jawa Tengah sana," ungkap Kamaruddin. 
 
Malah, kata dia, istri Irjen Ferdy Sambo itu dikawal Brigadir J hingga tiba di Jakarta dengan selamat. Dia menegaskan pernyataan Sambo ngawur. 
 
"Itu karena dia sudah terpojok, sudah tidak bisa ngomong apa-apa lagi. Karena sudah terang benderang dia ada di lokasi, tidak benar dia tes PCR. Maka dia ciptakan lagi alibi-alibi lainnya yang lebih konyol," tutur dia. 
 
Menurut dia, Irjen Ferdy Sambo seharusnya masuk kamar dan merenung serta bertaubat. Sehingga, tidak lagi membuat pernyataan bohong. 
 
Kamaruddin juga menanggapi terkait penggantian pemakaian diksi melukai harkat dan martabat keluarga yang semula pelecehan seksual. Menurut dia, diksi itu sebenarnya untuk Irjen Sambo. 
 
"Wanita cantik itu, karena telah ketahuan kepada istrinya telah melukai harkat dan martabat dia. Andaikan tidak ketahuan kan tidak melukai. Jadi dia pelaku, tapi menuduh orang lain melakukannya," ucap Kamaruddin.
 

Baca: Rekayasa Kematian Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo Minta Maaf


Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan upaya pembunuhan terhadap Brigadir J terjadi karena Sambo marah. Pasalnya, Sambo mendengar adanya perlakuan yang tidak baik yang dilakukan Brigadir J kepada istrinya, Putri Candrawathi. 
 
"Di dalam keterangannya tersangka FS mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapatkan laporan dari istrinya PC (Putri Cadrawathi) yang telah mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga," kata Andi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis, 11 Agustus 2022.

Irjen Ferdy Sambo otak pembunuhan 

Sambo adalah otak pembunuhan Brigadir J. Dia memerintahkan ajudan lain Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (RE) atau E menembak Brigadir J. 
 
Kemudian, Sambo membuat skenario seolah-olah ada baku tembak. Dia menembakkan senjata Brigadir J ke dinding rumah setelah Brigadir J meregang nyawa. Polri emoh membeberkan motif pembunuhan karena sensitif. Namun, dipastikan akan terbongkar di persidangan. 
 
Selain Sambo, polisi juga telah menetapkan Bharada E, Bripka Ricky Rizal (RR), dan KM alias Kuat yang merupakan asisten rumah tangga (ART) sekaligus sopir Putri Candrawathi, istri Irjen Sambo sebagai tersangka. Bharada E bertugas menembak, Bripka Ricky Rizal (RR) dan Kuat (KM) ikut menyaksikan penembakan dan tidak melaporkan rencana pembunuhan. 
 
Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. 

 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif