Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat menerima pegiat antikorupsi di Kantor KPK, Jakarta. Foto: Candra Yuri Nuralam/Medcom.id
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat menerima pegiat antikorupsi di Kantor KPK, Jakarta. Foto: Candra Yuri Nuralam/Medcom.id

Pegiat Antikorupsi Merapat ke KPK

Nasional Revisi UU KPK
Candra Yuri Nuralam • 15 November 2019 13:47
Jakarta: Sebelas pegiat antikorupsi menyambangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka ingin berkonsultasi sebelum mengajukan uji materi (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Kami di sini mendukung KPK, paling tidak kita ingin memberitahu, satu-satunya jalan yang terbuka adalah mengajukan judicial review," kata pakar hukum pidana, Abdul Fickar Hadjar, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 15 November 2019.
 
Menurut dia, undang-undang yang baru saja terbit membuat KPK lemah. Para pegiat antikorupsi mendesak KPK agar memperjuangkan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menegaskan independensi KPK harus tetap terjaga. "Ini untuk selalu menghangatkan bahwa kita masih butuh KPK, karena KPK hati nurani kita," tegas Fickar.
 
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memastikan komisi antikorupsi tidak menciut dengan adanya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Pegawai KPK masih tetap bekerja seperti biasa.
 
"Tadi juga ditanyakan, Pak Saut kok jadi keliatan penakut. Enggak, kita enggak takut, kita jalan. Kalaupun ada praperadilan selama setelah keluarnya undang-undang ini, kita hadapin," ujar Saut.
 
Operasi tangkap tangan (OTT) KPK tengah mengendor. Namun, Saut memastikan hal itu bukan karena revisi undang-undang.
 
Saut mengatakan KPK tidak bisa memaksakan menangkap orang. "Jadi, enggak bisa juga dipaksa menangkap orang. Enggak nemu ya bagaimana," tutur Saut.
 
Para pegiat antikorupsi yang hadir yakni Betti Alisjahbana, Erry Riyana Hardjapamekas, Toeti Heraty N Rooseno, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Anton Doni, Ismid Hadad, M Jasin, Abdul Fickar Hadjar, Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Kurnia Ramadhana.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif