Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. MI/Rommy Pujianto
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. MI/Rommy Pujianto

KPK Masih Mencari Celah di Kasus Syafruddin

Nasional kasus blbi
Juven Martua Sitompul • 10 Juli 2019 06:39
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak akan berhenti mengusut kasus dugaan korupsi Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) yang menjerat Syafruddin Arsyad Temenggung. Putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan kasasi Syafruddin tak menyurutkan semangat KPK untuk menuntaskan korupsi BLBI tersebut.
 
"KPK tidak akan berhenti melakukan upaya hukum dalam perkara ini," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Saut mengatakan perlawanan hukum ini dilakukan sebagai upaya memulihkan kerugian keuangan negara atas korupsi SKL BLBI tersebut. Apalagi, megakorupsi ini telah merugikan uang negara yang ditaksir mencapai Rp4,58 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam rangka mengembalikan dugaan kerugian negara Rp4,58 triliun dalam perkara ini," kata Saut.
 
Saut menyesalkan putusan MA yang melepaskan Syafruddin, mengingat pengusutan penanganan perkara dugaan korupsi SKL BLBI ini memakan waktu panjang. Penyelidikan kasus ini dimulai sejak 2013 sampai akhirnya meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan dan menetapkan Syafruddin sebagai tersangka pada 2017.
 
"Selama proses penanganan perkara ini, KPK melakukan Penyelidikan, Penyidikan hingga Penuntutan dengan sangat berhati-hati dan berdasarkan hukum," katanya.
 
Pada proses penyidikan, Syafruddin pernah mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat itu, hakim praperadilan menolak gugatan tersebut dan menyatakan proses penyidikan yang dilakukan KPK dapat diteruskan.
 
Tak hanya itu, Pengadilan Tipikor Jakarta dan Pengadilan Tinggi DKI pun telah memutuskan Syafruddin bersalah. Bahkan, pada tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI memperberat hukuman Syafruddin menjadi 15 tahun pidana penjara.
 
"KPK memastikan, upaya kami yang sah secara hukum untuk mengembalikan kerugian negara Rp4,58 triliun tersebut tidak akan berhenti," pungkas Saut.
 
MA sebelumnya mengabulkan kasasi yang diajukan Syafruddin. MA melepaskan Syafruddin atas vonis perkara dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).
 
Dalam amar putusannya, Majelis Hakim Agung MA membatalkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menjatuhkan hukuman 15 tahun pidana penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan terhadap Syafruddin.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif