Ilustrasi penjara. Medcom.id
Ilustrasi penjara. Medcom.id

Terpidana Suap Benur Siswadhi Dijebloskan ke Lapas Tangerang

Anggi Tondi Martaon • 28 Agustus 2021 09:48
Jakarta: Terpidana kasus suap benih lobster (benur) Siswadhi Pranoto Loe divonis empat tahun penjara. Pemilik PT Aero Citra Kargo (ACK) itu dijebloskan ke Lapas Kelas I Tangerang.
 
"Untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama dalam tahanan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ALi Fikri di Jakarta, Sabtu, 28 Agustus 2021.
 
Siswadhi juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp300 juta. Masa tahanan Siswadhi bakal ditambah selama empat bulan bila tak bisa membayar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hakim mengabulkan permohonan Siswadhi sebagai justice collaborators. Siswadhi terlibat kasus suap ekspor benih lobster. Kasus itu juga menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.
 
Edhy terbukti menerima suap total Rp25,7 miliar atas pengadaan ekspor benur. Politikus Gerindra itu menerima US$77 ribu atau sekitar Rp1,12 miliar melalui Amiril Mukminin dan staf khusus menteri kelautan dan perikanan Safri. Duit diterima dari pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama, Suharjito.
 
Edhy juga menerima Rp24,62 miliar melalui Amiril, staf istri menteri kelautan dan perikanan Ainul Faqih, staf khusus menteri kelautan dan perikanan Andreau Pribadi Misanta, dan pengurus PT ACK Siswadhi Pranoto Loe.
 
Seluruh pemberian fulus tersebut untuk mempercepat persetujuan pemberian izin budidaya lobster dan izin ekspor BBL kepada perusahaan-perusahaan pengekspor. Uang diberikan bertahap Februari hingga November 2020.
 
Edhy divonis lima tahun penjara serta denda Rp400 juta subsider enam bulan kurungan. Beberapa anak buah Edhy yang terlibat juga sudah dijatuhi hukuman.
 
Staf istri menteri kelautan dan perikanan Ainul Faqih divonis empat tahun penjara. Dia juga didenda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan.
 
Staf khusus menteri kelautan dan perikanan Andreau Pribadi Misanta dan Safri, serta Amiril Mukminin, divonis empat tahun enam bulan penjara. Ketiganya juga didenda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan.
 
(Baca: KKP Menangkan Gugatan Ekspor Benur Lobster)
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif