Ilustrasi penetapan tersangka/Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi penetapan tersangka/Medcom.id/M Rizal

Penembakan Brigadir J, Ajudan Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka Baru

Siti Yona Hukmana • 08 Agustus 2022 09:11
Jakarta: Tim khusus (timsus) gabungan Polri menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Ajudan istri Ferdy Sambo, Brigadir Ricky Rizal (RR) menjadi tersangka. 
 
"Bharada RE dan Brigadir RR sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri," kata Ketua Tim Penyidik Timsus Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Senin, 8 Agustus 2022.
 
Andi mengatakan Brigadir RR ditahan sejak Minggu, 7 Agustus 2022. Dia dijerat Pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana) subsider Pasal 338 (merampas nyawa orang dengan pembunuhan) jo Pasal 55 (turut melakukan) dan 56 KUHP (sengaja memberikan bantuan pada waktu kejahatan dilakukan). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Brigadir RR merupakan ajudan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Sementara itu, Bharada RE alias Bharada E adalah sopir Putri. 
 

Baca: Lemkapi: Penempatan Ferdy Sambo di Mako Brimob Bentuk Tindakan Tegas


Bharada RE lebih dahulu ditetapkan tersangka oleh Timsus Polri, yakni Rabu malam, 3 Agustus 2022. Dia dijerat Pasal Pasal 338 jo 55 dan 56 KUHP. 
 
Bharada RE tidak dikenakan Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana. Pasalnya, dalam penggalian keterangan belum ditemukan Bharada RE melakukan pembunuhan berencana. 
 
"Artinya, kenapa tidak diterapkan Pasal 340 KUHP, karena ini masih rangkaian proses pendalaman dari temuan-temuan selama pemeriksaan oleh tim khusus (timsus)," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Agustus 2022.
 
Jumlah tersangka berpotensi bertambah. Timsus membidik sejumlah anggota Polri lain yang terlibat dalam pembunuhan tersebut, baik secara langsung maupun tidak. 
 
Sebanyak 26 anggota Polri telah diperiksa inspektorat khusus (irsus) Polri. Satu di antaranya adalah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Dia ditempatkan di tempat khusus Mako Brimob selama 30 hari.
 
Irjen Sambo dianggap melanggar etik karena diduga menghilangkan barang bukti CCTV di tempat kejadian perkara (TKP), Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Kemudian, dari 25 orang lainnya ada beberapa anak buah Sambo,  anggota Bareskrim Polri, anggota Polres Metro Jakarta Selatan, dan penyidik Polda Metro Jaya. 
 
Sebanyak tiga dari 25 personel itu berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) atau perwira tinggi (pati) bintang satu. Kemudian, ada juga lima Kombes, tiga AKBP, dua Kompol, tujuh Pama, dan lima Bintara serta tamtama. Selain Sambo, ada empat anggota Polri lain yang juga ditempatkan khusus selama 30 hari. 
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif