Rizieq Shihab saat mengikuti sidang perkara penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Foto: MI/Ramdani.
Rizieq Shihab saat mengikuti sidang perkara penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Foto: MI/Ramdani.

Pengunggah Percakapan Porno di Kasus Rizieq Masih Diburu

Nasional pornografi
Ilham wibowo • 06 Juni 2018 18:32
Jakarta: Mabes Polri masih berupaya mengungkap kasus percakapan porno yang menyeret pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Pengunggah chat itu pun masih diburu.
 
"Penyidik terus mencari pengunggahnya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 6 Juni 2018.
 
Penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) yang disampaikan kuasa hukum Rizieq dibantah. Iqbal menegaskan penyidik terus memeriksa keterangan saksi lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menanggapi isu ini, sepengetahuan saya penyidik masih harus memeriksa pengunggah chat tersebut. Masih ada effort untuk melakukan pemeriksaan," tutur dia.
 
Meski demikian, Iqbal menyampaikan bila penyidik bisa saja mengeluarkan SP3. Kewenangan melanjutkan atau menghentikan sebuah kasus berada sepenuhnya pada penilaian penyidik.
 
"Tentang SP3, itu suatu kemungkinan," tegas dia.
 
Sebelumnya, kuasa hukum Rizieq, Kapitra Ampera, mengklaim kasus chat pornografi kliennya di Polda Metro Jaya telah dihentikan. SP3 kasus tersebut resmi dikeluarkan sejak Februari 2018.
 
"Kita minta polisi segera umumkan. Kita sudah tunggu lama dari Februari agar polisi beri kepastian hukum," kata Kapitra.
 
Baca: Polri Tertutup soal Isu SP3 Kasus Rizieq
 
Menurut dia, pengumuuman seharusnya segera disebarkan. Ia tak mau terjadi kesimpangsiuran karena kasus tersebut.
 
Kasus bermula saat beredar tangkapan gambar percakapan bermuatan pornografi antara pria yang diduga Rizieq dan perempuan mengatasnamakan Firza Husein pada Minggu, 29 Januari 2017. Peristiwa itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor: LP/510/I/2017/PMJ/Dit Reskrimsus.
 
Pelaporan itu didasarkan Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 32 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Rizieq dan Firza Husein telah menjadi tersangka dalam kasus ini.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif