Koordinator Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daroe Tri Sadono--Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Koordinator Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daroe Tri Sadono--Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Sidang Ratna Sarumpaet, Jaksa Berharap Saksi Perkuat Dakwaan

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Ilham Pratama Putra • 25 April 2019 09:19
Jakarta: Terdakwa penyebar berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet jalani persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis 25 April 2019. Empat orang saksi ahli dipastikan hadir dalam sidang ini.
 
"Insyaallah dari keempatnya menyatakan hadir," kata Koordinator Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daroe Tri Sadono di PN Jakarta Selatan, Kamis 25 April 2019.
 
Dalam hal ini, Saji Purwanto merupakan ahli digital forensik, dokter Trubus adalah ahli sosiologi, lalu Nanik merupakan ahli bahasa. Sedangkan ahli pidana yang dihadirkan adalah dokter Metty Rahmawati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Daroe mengatakan saksi ahli yang dihadirkan merupakan strategi jaksa. Dia berharap dari keterangan saksi dapat membuktikan unsur-unsur pasal dakwaan yakni keonaran.
 
"Misal ahli bahasa, tentu kita akan meminta penjelasan tentang apa makna dari keonaran. Di mana dalam pasal itu memerlukan suatu penjelasan mengenai makna atau definisi dari unsur pasal itu. Sehingga tidak memiliki persepsi yang berbeda," kata Daroe.
 
Sebelumnya, pemeriksaan saksi fakta atas kasus Ratna Sarumpaet telah selesai Selasa 23 April 2019 Rocky Gerung dan penyanyi sekaligus dokter spesialis bedah plastik, Tompi menjadi penutup pemeriksaan saksi fakta.
 
Menurut Daroe, keterangan saksi Rocky dan Tompi pada persidangan lalu sudah cukup signifikan. Dia yakin dapat membuktikan fakta dalam dakwaan keonaran yang dilakukan Ratna.
 
"Insyaallah sudah cukup kuat. Kami memiliki beberapa fakta yang bisa ditemukan di persidangan," kata Daroe di PN Jakarta Selatan, Selasa 23 April 2019.
 
Baca: 4 Saksi Ahli Dihadirkan di Sidang Ratna Sarumpaet
 
Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung, Jawa Barat. Ratna kemudian mengakui kabar itu tak benar. Mukanya lebam karena menjalani operasi plastik.
 
Ratna ditahan setelah ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 4 Oktober 2018 malam. Saat itu, Ratna hendak terbang ke Chile.
 
Akibat perbuatannya, Ratna didakwa melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif