Terdakwa kasus ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), Edy Mulyadi. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Terdakwa kasus ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), Edy Mulyadi. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Sidang Perdana, Edy Mulyadi 'Jin Buang Anak' Minta Maaf

Nasional Pengadilan Penegakan Hukum ujaran kebencian undang-undang ite Edy Mulyadi
Fachri Audhia Hafiez • 10 Mei 2022 12:38
Jakarta: Terdakwa kasus ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), Edy Mulyadi, menjalankan sidang perdana dengan pembacaan surat hari ini Selasa, 10 Mei 2022. Dia menyampaikan permohonan maaf sebelum persidangan dimulai.
 
"Saya minta maaf, itu penting, saya minta maaf ke teman-teman dan saudara-saudara saya di Kalimantan," kata Edy sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Selasa, 10 Mei 2022.
 
Edy minta proses persidangan berjalan transparan dan mendapat putusan yang adil. Dia mengatakan bahwa setiap putusan akan dipertanggungjawabkan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya berharap akan ada putusan adil. Karena apapun akan diminta pertanggungjawaban di akhirat, kalau adil, Allah akan berikan ganjaran surga, Insyallah. Kalau tidak adil, mohon maaf neraka jahanam," ujar Edy.
 
Dilansir dari laman Sistem Informasi Penelurusan Perkara (SIPP) PN Jakpus, perkara Edy dicatat pada nomor 293/Pid.Sus/2022/PN Jkt.Pst. Perbuatan Edy merujuk pada penyampaian kebohongan yang berujung keonaran.
 
Baca: PN Bandung Tolak Eksepsi Bahar Bin Smith
 
Edy didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) atau ayat (2) atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Jaksa juga mendakwa dengan pasal alternatif yakni Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atau Pasal 156 KUHP.
 
Mantan calon legislatif itu ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Bareskrim Polri sejak akhir Januari 2022. Kasus tersebut berawal dari pernyataannya mengenai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan yang disebut sebagai tempat jin buang anak.
 
Edy mengatakan hal itu sebagai pembicara dalam acara press conference yang dilaksanakan oleh LSM Koalisi Persaudaraan & Advokasi Umat (KPAU). Dia juga tercatat sebagai pemilik Channel Youtube "Bang Edy Channel".
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif