Ilustrasi Gedung KPK. Medcom/Fachri Audhia Hafiez
Ilustrasi Gedung KPK. Medcom/Fachri Audhia Hafiez

Staf Keuangan Waskita Karya Dipanggil KPK

Nasional kasus korupsi waskita karya Korupsi di PT Waskita Karya
Fachri Audhia Hafiez • 13 Oktober 2020 10:35
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga saksi dalam kasus dugaan korupsi pengerjaan subkontraktor fiktif pada proyek PT Waskita Karya (Persero). Salah satunya, Staf Keuangan Divisi II PT Waskita Karya Wagimin.
 
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DSA (mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Desi Arryani)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
KPK juga memanggil Kepala Seksi Administrasi Kontrak Tol Benoa 4 PT Waskita Karya Hendra Adityawan dan mantan Komisaris PT Aryana Sejahtera Mohammad Hosen. Keduanya juga dipanggil untuk melengkapi berkas penyidikan Desi Arryani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Belum diketahui materi pemeriksaan yang difokuskan oleh penyidik. Perkembangan penyidikan akan disampaikan usai ketiga saksi menjalani pemeriksaan.
 
Baca: Aliran Dana Kontrak Fiktif di Waskita Karya Ditelusuri
 
KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara rasuah ini. Mereka ialah mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana, dan mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman.
 
Kemudian mantan Kepala Divisi II Waskita Karya Fathor Rachman bersama mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar, serta Desi Arryani. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya pada 2009 hingga 2015.
 
Kelima tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif