Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 23 Desember 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 23 Desember 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Saksi Ahli Segera Dimintai Keterangan Terkait Aksi 1812

Nasional unjuk rasa fpi protokol kesehatan
Siti Yona Hukmana • 05 Januari 2021 20:29
Jakarta: Polisi segera memeriksa saksi ahli dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada aksi 1812. Pemeriksaan sejumlah saksi hampir rampung. 
 
"Tinggal keterangan ahli. Kita rencanakan pemanggilan beberapa saksi ahli," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Januari 2021. 
 
Yusri tidak memerinci sejumlah saksi ahli yang akan dimintai keterangan. Dia hanya menyebut salah satu saksi ahli, yakni pakar hukum. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saksi ahli lainnya nanti saya cek dulu ya," ujar Yusri. 
 
Baca: Kasus Rizieq Disebut Bukan Ranah Praperadilan
 
Polisi telah memeriksa lima orang dalam kasus ini. Sebanyak dua saksi diperiksa pada Senin, 4 Januari 2021. Mereka ialah Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif; dan pemilik kendaraan mobil komando aksi 1812, A. 
 
Sebanyak tiga lainnya masih menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum. Mereka ialah Rizal Kobar (RK), penanggung jawab aksi 1812; AR, pembaca doa di mobil komando; dan AS, koordinator lapangan (korlap).
 
Polisi telah mengantongi bukti aksi 1812 menimbulkan kerumunan massa. Korps Bhayangkara kini tengah mencari tersangka pelanggar protokol kesehatan dalam aksi tersebut. 
 
"Kita persangkakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan," ungkap Yusri. 
 
Unjuk rasa bertajuk 1812 yang diikuti oleh Front Pembela Islam (FPI) bersama organisasi masyarakat (ormas) lainnya berbuntut panjang. Aksi itu dibubarkan polisi karena menimbulkan kerumunan massa. 
 
Peserta aksi yang menolak untuk dibubarkan sempat melawan dengan mendorong polisi. Meski begitu, massa akhirnya membubarkan diri. Polisi menangkap 455 orang terkait aksi tersebut. 
 
Sebanyak tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam hingga narkoba jenis ganja. Polda Metro Jaya juga menaikan status aksi 1812 ke penyidikan. Polisi mencari bukti untuk penetapan tersangka pelanggaran protokol kesehatan.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif