Eks Pejabat MA Diusut soal Dugaan Transaksi PK

Juven Martua Sitompul 06 November 2018 17:36 WIB
suap di ma
Eks Pejabat MA Diusut soal Dugaan Transaksi PK
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia dicecar soal dugaan transaksi terkait pengurusan peninjauan kembali (PK) perkara PT Across Asia Limited (AAL), yang sudah melewati batas waktu.

Namun, dia menolak menjelaskan lebih detail isi materi pemeriksaannya. Dia enggan memberikan banyak penjelaskan kepada wartawan.

"Tanya penyidiklah," kata Nurhadi di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 6 November 2018.


Nurhadi hari ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Kepada penyidik, dia membantah pernah bertemu dengan Eddy untuk membantu pengurusan PK tersebut.

"Sama sekali enggak ada," kata dia sembari buru-buru meninggalkan markas Lembaga Antirasuah.

Disinggung soal materi pemeriksaan lainnya, suami Staf Ahli Bidang Bidang Politik dan Hukum Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tin Zuraida, itu menjawab dengan diplomatis. "Sama seperti yang dulu, sama," singkat Nurhadi.

KPK menetapkan Eddy Sindoro sebagai tersangka suap kepada mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. Eddy diduga ikut memberikan sejumlah uang kepada Edy Nasution terkait pengurusan PK perkara PT AAL.

Eddy sempat ditetapkan sebagai buron KPK, setelah dua tahun menghilang. Dia tinggal tak menetap. Bahkan, untuk menghindari KPK, Eddy kerap berpindah-pindah negara, mulai dari Malaysia, Singapura, Thailand, hingga Myanmar.

Eddy akhirnya menyerahkan diri ke KPK beberapa waktu lalu. Kini, dia telah ditahan penyidik komisi Antirasuah.

Dalam kasus ini, Nurhadi diduga kuat ikut terlibat. Dia juga pernah dihadirkan sebagai saksi di persidangan dua tersangka dalam kasus ini yakni Edy Nasution dan pegawai PT Artha Pratama Anugerah Doddy Aryanto Supeno.

Baca: KPK Panggil Nurhadi

Pada persidangan, Nurhadi mengaku mengenal dekat Eddy sejak duduk di bangku SMA. Nurhadi pun sudah beberapa kali mondar-mandir ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Selain Nurhadi, istrinya Tin Zuraida juga beberapa kali diperiksa sebagai saksi oleh KPK. Tak hanya itu, kediaman keduanya di bilangan Hang Lekir, Jakarta Selatan, juga pernah digeledah penyidik KPK.

Saat digeledah, Tin diduga merusak sejumlah dokumen dan membuangnya ke toilet. Dari rumah keduanya juga penyidik menyita uang sebanyak Rp1,7 miliar.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id