Mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Foto: MI/Rommy.
Mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Foto: MI/Rommy.

Idrus Beberkan Isi Pertemuan dengan Sofyan

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Juven Martua Sitompul • 15 Mei 2019 20:13
Jakarta: Eks Menteri Sosial Idrus Marham membeberkan isi pertemuan dengan Direktur Utama nonaktif PLN Sofyan Basir. Keduanya membahas masalah keumatan, namun tak dirinci maksud dari masalah keuamatan itu.
 
"Ya tentu yang terkait dengan Pak Sofyan Basir, ya saya menjelaskan bahwa ada pertemuan saya, saya jelaskan apa adanya," kata Idrus usai diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Idrus berkelit saat disinggung adanya pembahasan soal kongkalikong proyek pembangunan PLTU Riau-I. Dia mengeklaim pertemuan lebih banyak membahas tentang program Kementerian Sosial di daerah perbatasan, 41 kabupaten/kota dan CSR pemuda masjid.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi enggak ada (soal PLTU Riau-I), sama sekali saya tidak bicara," ujarnya.
 
Idrus juga membantah pernah bertemu dengan pihak lain yang diduga terlibat dalam pembahasan proyek PLTU Riau-I. Salah satunya Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Supangkat Iwan Santoso.
 
"Dari keseluruhan pimpinan (PLN), saya enggak pernah ketemu siapa-siapa, termasuk Pak Iwan Supangkat. Enggak pernah, saya sudah jelasin," ujarnya.
 
Di sisi lain, Idrus mengakui mengenal dekat bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Bahkan, keduanya sudah menjalin hubungan baik sejak lama.
 
"Pak Kotjo itu kan udah lama berteman dengan saya dari tahun 2000-an. Ketika saya jadi ketua umum KNPI juga sudah kenalan, saya wakil presiden pemuda dunia juga sudah kenalan. Jadi, enggak ada masalah," pungkasnya.
 
Sofyan bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham diduga membantu memuluskan perusahaan Blackgold Natural Resources Limited milik Johannes sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.
 
Keterlibatan Sofyan berawal ketika Direktur PT Samantaka Batubara mengirimi PLN surat, pada Oktober 2015. Surat pada pokoknya memohon PLN memasukkan proyek dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN.
 
Sayangnya, surat tak ditanggapi. Johannes akhirnya mencari bantuan agar dibukakan jalan berkoordinasi dengan PLN untuk mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listnk Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-I.
 
Pertemuan diduga dilakukan beberapa kali. Pertemuan membahas proyek PLTU itu dihadiri Eni, Sofyan, dan Johannes. Namun, beberapa pertemuan tak selalu dihadiri ketiga orang tersebut.
 
Selanjutnya pada 2016, Sofyanmenunjuk Johannes mengerjakan proyek Riau-I. Sebab, mereka sudah memiliki kandidat mengerjakan PLTUdi Jawa.
 
Padahal, saat itu, Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang menugaskan PT PLN menyelenggarakan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan (PIK) belum terbit. PLTU Riau-I dengan kapasitas 2x300 MW kemudian diketahui masuk Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN.
 
Johannes meminta anak buahnya siap-siap karena sudah dipastikan Riau-I milik PT Samantaka. Sofyanlalu memerintahkan salah satu Direktur PT PLN merealisasikan PPA antara PLN dengan BNR dan CHEC.
 
Sofyan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka merupakan pengembangan penyidikan Eni, Johannes, dan Idrus Marham yang telah divonis. Eni dihukum enam tahun penjara, Kotjo 4,5 tahun penjara dan Idrus Marham 3 tahun penjara.
 
Sofyan dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dlubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsijuncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat (2) KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif