180 Buron Ditangkap di 2018
Tersangka ditangkap. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap lebih dari 180 buronan yang telah berstatus tersangka, terdakwa, maupun terpidana selama 2018. Penangkapan ini adalah hasil program tangkap buronan (tabur) 31.1.  

"Alhamdulillah sekarang ini sudah lebih 180 buronan, mereka tidak jelas keberadaannya," kata Jaksa Agung HM Prasetyo di kantornya, Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018.

Prasetyo mengaku sejatinya tak ada target khusus dari Kejagung dalam menangkap buron. Pihaknya hanya berusaha semaksimal mungkin menangkap mereka.


Menurut dia, Kejagung menginginkan para buronan menyerahkan diri tanpa harus mengejar secara mati-matian. Mereka harus memenuhi proses hukum yang menjeratnya.

"Kita akan cari terus mereka, tidak ada tempat yang aman bagi mereka, itu pesan dari kita," tukas dia.

Baca: Buronan Kejaksaan tak akan Hidup Tenang

Sementara itu, pada pertengahan Juli 2018, Jaksa Agung Muda bidang Intelijen (JAM Intel) Kejagung Jan S Marinka menyatakan Kejagung telah menangkap 130 buronan. Program tabur 31.1 pun dianggap sukses meringkus para buronan. 

"Program itu sebenarnya adalah untuk optimalisasi tugas setiap kejaksaan tinggi (kejati). Ada tidak adanya program itu, penangkapan buronan tetap harus kami lakukan," terang Jan.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id