Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf saat menghadiri sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto: Antara/ Indrianto Eko Suwarso.
Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf saat menghadiri sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto: Antara/ Indrianto Eko Suwarso.

Jaksa KPK Banding Vonis Irwandi Yusuf

Nasional OTT Gubernur Aceh
Juven Martua Sitompul • 12 April 2019 20:19
Jakarta: Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan banding atas vonis Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf. Banding dilakukan karena jaksa menilai putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta lebih ringan dari tuntutan.
 
Jaksa sebelumnya menuntut Irwandi dengan hukuman 10 tahun penjara. Tak hanya itu, Irwandi juga dituntut membayar denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan, serta pencabutan hak politiknya selama lima tahun.
‎‎
"Kami memutuskan mengajukan banding terhadap vonis Irwandi," kata Jaksa KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 12 April 2019.‎
 
Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara, denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan terhadap Irwandi. Irwandi dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Irwandi dianggap terbukti menerima suap sebesar Rp1,05 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi terkait pengalokasian Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018. Irwandi juga dinilai terbukti menerima gratifikasi selama menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022 sebesar Rp8,71 Miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Irwandi bahkan menerima suap dari Board of Management PT Nindya Sejati sebesar Rp32,45 Miliar. Majelis hakim mencabut hak politik mantan kombatan GAM itu selama tiga tahun setelah menjalani pidana pokoknya.‎
 
Dalam pertimbangan hakim, hal-hal yang memberatkan putusan hakim yakni perbuatan Irwandi dinilai tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Irwandi juga tidak mengakui perbuatan. Sementara, hal-hal yang meringankan hukuman yakni Irwandi dinilai memiliki peran penting dalam perdamaian di Aceh.
 
Selain itu, hakim juga memvonis bersalah dua orang kepercayaan Irwandi, yakni Hendri Yuzal dan Teuku Syaiful Bahri. Hendri divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta, sedangkan Teuku Syaiful Bahri divonis lima tahun penjara dan denda Rp300 juta.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif