Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Penyuap Eks Mensos Juliari Hadapi Sidang Perdana

Nasional kpk korupsi bansos kasus korupsi Korupsi Bansos Covid-19 Juliari P Batubara
Fachri Audhia Hafiez • 24 Februari 2021 06:05
Jakarta: Dua penyuap mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara akan menjalani sidang perdana kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2020. Keduanya adalah pihak swasta Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.
 
"Sebagaimana informasi yang kami terima, tim jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima penetapan hari sidang dalam perkara dugaan korupsi suap bansos Kementerian Sosial (Kemensos) tahun anggaran 2020 dengan terdakwa Harry dan Ardian," ujar pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa, 23 Februari 2021.
 
Informasi yang dihimpun dari laman resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), sidang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu pagi, 24 Februari 2021. Sidang diagendakan dengan pembacaan surat dakwaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perkara Harry dan Ardian dipisah. Ini tampak dari nomor perkara yang berbeda. Nomor perkara Harry 8/Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt.Pst, sedangkan Ardian 9/Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt.Pst.
 
Keduanya akan didakwa dengan Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.
 
Baca: Ribut-Ribut Hukuman Mati Buat Juliari dan Edhy
 
Juliari menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bansos sembako covid-19 di Jabodetabek pada 2020. Kasus ini menjerat empat tersangka lain, yakni dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta Ardian dan Harry.
 
KPK menduga kongkalikong para tersangka membuat Juliari menerima Rp17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako. Kasus ini terungkap bermula dari penangkapan Matheus. KPK mengendus adanya pemberian uang dari para tersangka dan sejumlah pihak, salah satunya kepada Juliari.
 
Penyerahan uang dilakukan pada Sabtu dini hari, 5 Desember 2020. Fulus Rp14,5 miliar dari Ardian dan Harry itu disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop kecil. 
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif