Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Polisi Sebut Aborsi Ilegal Laris karena Merahasiakan Identitas Pasien

Nasional polri polisi lembaga hukum aborsi ilegal
Siti Yona Hukmana • 11 Februari 2021 07:19
Jakarta: Polda Metro Jaya menggerebek rumah yang dijadikan klinik aborsi ilegal di Padurenan, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pasien tertarik datang karena tempat itu bisa merahasiakan identitas.
 
"Pertama, karena data pribadi yang asli itu tidak dimunculkan atau disamarkan sehingga banyak orang yang ke situ karena tidak diminta KTP. Tidak menyebut nama asli atau alamat si ibu yang akan melakukan aborsi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 11 Februari 2021. 
 
Menurut dia, hampir semua praktik aborsi ilegal yang terungkap menjalankan sistem ini. Kondisi ini menyebabkan polisi sulit menelusuri sosok hingga usia pasien. Pasalnya, semua data yang tercatat pada buku tamu di tempat aborsi ilegal itu palsu. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pasien Aborsi Ilegal di Bekasi Gugurkan Kandungan karena Ekonomi
 
"Sehingga menarik bagi orang yang melakukan aborsi dan berani di tempat itu karena datanya hilang," ungkap Yusri. 
 
Yusri mengatakan penyidik akan mendalami praktik aborsi ilegal itu dari mulut tersangka ER, penyedia praktik aborsi ilegal. ER mengaku hanya menerima pasien dewasa. 
 
"Tapi kita akan dalami apakah ada kemungkinan anak kecil (yang menjadi pasien aborsi ilegal)," ucap dia. 
 
Polisi menangkap tiga tersangka saat penggerebekan pada Senin, 1 Februari 2021. Mereka ialah ER; suami ER, ST; dan pasien aborsi ilegal, RS. Ketiga tersangka telah ditahan.
 
Mereka dijerat Pasal 194 juncto Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 77A juncto Pasal 45A UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 53 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal-pasal ini mengatur hukuman masing-masing 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif