Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memberikan keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Januari 2021. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memberikan keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Januari 2021. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

3 Saksi Diperiksa Terkait Aksi 1812

Nasional unjuk rasa Virus Korona fpi protokol kesehatan
Siti Yona Hukmana • 05 Januari 2021 20:12
Jakarta: Polisi memeriksa tiga saksi terkait aksi 1812. Unjuk rasa itu diduga melanggar protokol kesehatan
 
"Ketiganya sudah memenuhi panggilan. Kita lakukan protokol kesehatan rapid test antibodi, swab antigen, hasilnya nonreaktif," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Januari 2021. 
 
Ketiga saksi itu, yakni RK, penanggung jawab aksi 1812; AR, pembaca doa di mobil komando; dan AS, koordinator lapangan (korlap). Pemeriksaan dipastikan tiga berhenti pada ketiga saksi ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kasus Rizieq Disebut Bukan Ranah Praperadilan
 
"Apa rencana tindak lanjut? Nanti kita akan periksa saksi ahli. Kalau pengumpulan alat bukti baik saksi, petunjuk, surat bukti lain sudah lengkap, kita gelar perkara," ujar Yusri. 
 
Yusri menyebut penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum telah memeriksa dua saksi pada Senin, 4 Januari 2021. Keduanya ialah Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif; dan A, pemilik kendaraan. 
 
Slamet diperiksa selama 13 jam. Dia dicecar 34 pertanyaan dari pukul 11.00 hingga 24.00 WIB. 
 
Unjuk rasa bertajuk 1812 yang diikuti Front Pembela Islam (FPI) bersama organisasi masyarakat (ormas) lainnya berbuntut panjang. Aksi itu dibubarkan polisi karena menimbulkan kerumunan massa. 
 
Peserta aksi yang menolak untuk dibubarkan sempat melawan dengan mendorong polisi. Meski begitu, massa akhirnya membubarkan diri. Polisi menangkap 455 orang terkait aksi tersebut. 
 
Sebanyak tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam hingga narkoba jenis ganja. Polda Metro Jaya juga menaikkan status aksi 1812 ke penyidikan. Polisi mencari bukti untuk penetapan tersangka pelanggaran protokol kesehatan. 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif