medcom.id, Jakarta: Badan Intelijen Negara dan aparat keamanan menangkap buronan perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi kerja intelijen.
"Kita berterima kasih kepada intelijen kita yang bekerja dengan baik," kata Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2016).
Samadikun adalah buronan kasus korupsi yang dikembalikan ke Tanah Air setelah kabur ke luar negeri. Sebelumnya, bekas Bupati Temanggung Toto Ari Prabowo dijemput di Kamboja pada 8 Desember 2015. Toto berada di pelarian selama lima tahun.
Sementara Samadikun ditangkap di Tiongkok. Dia diterbangkan ke Indonesia setelah tim memperoleh izin dari otoritas setempat. Bekas Komisaris Utama Bank Modern ini diperkirakan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma malam ini.
Kalla mengapresiasi kerja sama antara intelijen Indonesia dan Tiongkok. Penangkapan Samadikun tak lepas dari kerja sama kedua belah pihak.
"Kita berterima kasih kepada negara, artinya bekerjasama dengan Tiongkok," kata Kalla.
Samadikun merupakan mantan Komisaris Utama Bank Modern yang mendapat suntikan BLBI. Ia menyelewengkan dana itu, sehingga merugikan uang negara sebesar Rp169 miliar.
Dia melarikan diri usai Mahkamah Agung menolak kasasi dan menghukumnya 4 tahun penjara. Namun, pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu, akhirnya dicokok di Shanghai, Tingkok, pada 14 April.
medcom.id, Jakarta: Badan Intelijen Negara dan aparat keamanan menangkap buronan perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi kerja intelijen.
"Kita berterima kasih kepada intelijen kita yang bekerja dengan baik," kata Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2016).
Samadikun adalah buronan kasus korupsi yang dikembalikan ke Tanah Air setelah kabur ke luar negeri. Sebelumnya, bekas Bupati Temanggung Toto Ari Prabowo dijemput di Kamboja pada 8 Desember 2015. Toto berada di pelarian selama lima tahun.
Sementara Samadikun ditangkap di Tiongkok. Dia diterbangkan ke Indonesia setelah tim memperoleh izin dari otoritas setempat. Bekas Komisaris Utama Bank Modern ini diperkirakan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma malam ini.
Kalla mengapresiasi kerja sama antara intelijen Indonesia dan Tiongkok. Penangkapan Samadikun tak lepas dari kerja sama kedua belah pihak.
"Kita berterima kasih kepada negara, artinya bekerjasama dengan Tiongkok," kata Kalla.
Samadikun merupakan mantan Komisaris Utama Bank Modern yang mendapat suntikan BLBI. Ia menyelewengkan dana itu, sehingga merugikan uang negara sebesar Rp169 miliar.
Dia melarikan diri usai Mahkamah Agung menolak kasasi dan menghukumnya 4 tahun penjara. Namun, pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu, akhirnya dicokok di Shanghai, Tingkok, pada 14 April.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)