Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Penangkapan Dosen IPB Dinilai Cacat Prosedur

Nasional demo mahasiswa
Candra Yuri Nuralam • 02 Oktober 2019 05:21
Jakarta: Penangkapan Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith yang dilakukan polisi dinilai tidak sesuai prosedur. Sebab, polisi menolak memberikan beberapa berkas penyidikan kepada pihak Abdul Basith.
 
"Berita Acara Pemeriksaan (BAP), surat penggeledahan beserta berita acara penggeledahan, dan surat penyitaan beserta berita acara penyitaan belum diberikan kepada kuasa hukum meskipun sudah diminta," kata Kuasa Hukum Abdul Basith, Gufroni di Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019.
 
Menurutnya, penyidik wajib menyerahkan surat-surat tersebut kepada pihak keluarga Abdul. Hal itu jelas diatur dalam hukum acara pidana dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, kata Gufron, penyidik juga belum memperlihatkan barang bukti yang dijadikan dasar penangkapan. Pihak Abdul Basith hanya menerima surat penangkapan.
 
"Sampai saat ini kami belum diperlihatkan barang bukti yang katanya bom molotov, jadi kami tidak yakin itu yang menjadi barang bukti dalam perkara yang menyeret nama klien kami," ujar Gufroni.
 
Dia menilai penangkapan kliennya dijebak sebagai aktor utama demo ricuh di depan gedung DPR. Gufroni yakin kliennya tidak bersalah.
 
"Bahwa menurut penuturan klien kami, yang mengarsiteki dan mendanai serta menginisiasi hal-hal yngg dituduhkan, bukanlah klien kami melainkan beberapa orang 'terpandang'," kata Gufroni.
 
Abdul Basith ditangkap atas tudingan mensuplai bom molotov saat demo mahasiswa dan pelajar di gedung DPR. Kepolisian juga menetapkan tujuh tersangka lain yang diduga bersekongkol dengan Basith. Ketujuh orang itu kedapatan menggunakan narkotika dan beberapa di antaranya masih di bawah umur.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif