Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro menyambangi Polda Metro Jaya. (Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana)
Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro menyambangi Polda Metro Jaya. (Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana)

FPI Ajukan Penangguhan Penahanan Peserta Aksi 22 Mei

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Siti Yona Hukmana • 25 Mei 2019 13:49
Jakarta: Front Pembela Islam (FPI) mengajukan permohonan penangguhan penahanan sejumlah peserta aksi 22 Mei yang ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Penangguhan penahanan diajukan khusus bagi peserta aksi yang tidak terlibat langsung dalam kerusuhan.
 
"Tadi yang sudah diketahui awal siang ini ada 10 orang. Lalu, Kamis, 23 Mei 2019 sudah 11 orang kita bawa (pulang), karena tidak terlibat secara langsung," kata Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro di Polda Metro Jaya, Sabtu, 25 Mei 2019.
 
Sugito mengatakan penangguhan penahanan dilakukan terhadap sejumlah anggota yang masih dalam proses penyelidikan. Mereka adalah orang-orang yang belum terbukti terlibat dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang ini yang melaporkan ke FPI (tidak terlibat) 48 orang," sebutnya.
 
Baca juga:Perusuh Aksi 22 Mei Bantah Dianiaya Brimob
 
Kendati dilaporkan 48 orang, baru 22 warga yang dipulangkan. Mereka yang dipulangkan bukan hanya warga DKI Jakarta namun juga yang berasal dari luar ibu kota.
 
"Ada yang dari Jakarta maupun luar, yakni sekitar Depok dan Banten. Kemudian, bukan anggota FPI semua. Sebenarnya dari FPI tidak terlalu banyak, sebagian besar dari warga," lanjut Sugito.
 
"Kami terima kasih kepolisian sudah bekerja profesional. Karena kalau semua diproses tidak mengukur kesalahan dan bukti yang ada tentunya kami dari Bantuan Hukum FPI merasa dirugikan," ujarnya.
 
Sekelompok massa menggelar demo di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mereka menolak hasil Pemilu 2019. Aksi yang berlangsung sejak 21 Mei 2019 itu pun berujung ricuh.
 
Baca juga:Polres Bantul Siagakan Ratusan Personel Amankan Mudik
 
Massa membakar ban serta melempari aparat yang menjaga demonstrasi. Massa juga merusak salah satu gerai makanan cepat saji di pusat perbelanjaan Sarinah.
 
Kepolisian pun menangkap ratusan pembuat onar tersebut. Sebanyak 257 perusuh ditangkap pada 22 Mei 2019, sedangkan 185 orang lainnya ditangkap pada 23 Mei 2019.
 
Para pelaku yang ditangkap merupakan bagian dari massa perusuh. Mereka terpisah dari massa aksi damai yang berdemonstrasi di depan Bawaslu.
 
Total, ada 442 perusuh yang ditangkap dan dijadikan tersangka. Penangkapan dilakukan di beberapa titik kerusuhan. Misalnya di Jalan MH Thamrin, depan Kantor Bawaslu, daerah Monumen Patung Kuda Arjuna Wiwaha, kawasan Menteng, Slipi, dan Petamburan.
 
Polisi juga mengidentifikasi dua kelompok dari ratusan orang tersangka itu. Sebanyak dua orang berasal dari kelompok Garis yang terafiliasi dengan ISIS. Sementara itu, tiga orang lain juga diidentifikasi dari kelompok perusuh.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif