Juru bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Rommy Pujianto).
Juru bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Rommy Pujianto).

KPK Cermati Kesaksian Irvanto soal Aliran Korupsi KTP-el

Nasional korupsi e-ktp setya novanto
Juven Martua Sitompul • 22 Mei 2018 10:25
Jakarta: Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) tengah mencermati kesaksian tersangka Irvanto Hendra Pambudi dalam persidangan perkara korupsi KTP-el, dengan terdakwa Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo, kemarin. Terlebih, Irvanto telah mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) dalam kasus korupsi tersebut.
 
"Kami harus melihat apakah yang bersangkutan memenuhi syarat-syarat sebagai JC mulai dari mengakui perbuatannya, mengungkap pelaku lain dan memberikan keterangan secara signifikan. Itu yang akan kami lihat lebih lanjut," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.
 
Pada persidangan kemarin, keponakan terpidana korupsi KTP-el Setya Novanto itu mengungkap sejumlah nama anggota DPR RI periode 2009-2014, yang ikut menerima aliran dana korupsi proyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Novanto Bantah Bersekongkol dengan Irvanto
 
Mereka yang disebut Irvanto antara lain mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap; mantan Ketua Badan Anggaran Melchias Marcus Mekeng; mantan Ketua Komisi II DPR, Agun Gunandjar Sudarsa; mantan Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah; dan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf.
 
Febri memastikan kesaksian Irvanto dalam persidangan itu akan dicocokan dengan keterangan saksi-saksi lain dalam sidang berikutnya. Apalagi, keterangan Irvanto soal nama-nama yang ikut kecipratan uang haram KTP-el tersebut sudah menjadi fakta persidangan Anang.
 
"Tentu saja jaksa akan melihat terlebih dahulu pemeriksaan-pemeriksaan saksi yang lain, banyak saksi yang diagendakan akan diperiksa," ujarnya.
 

 
Tak sampai di situ, Febri menyebut fakta-fakta yang muncul dalam persidangan akan dianalisis lebih lanjut untuk pembuktian terdakwa Anang. Termasuk, untuk kepentingan pengembangan perkara yang telah merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.
 
Selain Irvanto, Anang Sugiana sendiri telah mengajukan diri sebagai JC. Oleh karena itu, lanjut Febri pihaknya pun akan mencermati keterangan Anang Sugiana dalam persidangan.
 
"Nanti keputusan KPK dari aspek KPK-nya soal JC itu kan baru bisa diberikan kalau tuntutan terhadap terdakwa (Anang Sugiana Sudihardjo) sudah diajukan," pungkas Febri.
 
KPK sebelumnya menetapkan Irvanto sebagai tersangka bersama dengan Made Oka Masagung. Keduanya diduga bersama-sama membantu Novanto melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan proyek KTP-el tersebut.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi