Dua Tersangka Suap Bupati Hulu Sungai Tengah Segera Diadili

Juven Martua Sitompul 27 April 2018 19:49 WIB
kasus suapkasus korupsi
Dua Tersangka Suap Bupati Hulu Sungai Tengah Segera Diadili
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Rommy Pujianto).
Jakarta: Berkas perkara Direktur Utama PT Putera Dharma Raya, Fauzan Rifani (FRI), dan Direktur PT Sugriwa Agung, Abdul Basit (ABS), dilimpahkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke tahap penuntutan atau tahap dua.

Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan suap pengadaan pekerjaan pembangunan ruang perawatan kelas I, II, VIP, di RSUD Damanhuri Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah tahun anggaran 2017.

"Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan dua tersangka ke penuntutan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 27 April 2018.


Dengan dilimpahkannya berkas perkara itu, kata Febri, jaksa penuntut memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan yang nantinya dibacakan di persidangan. Sidang rencananya akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta.

(Baca juga: Bupati Hulu Sungai Tengah Residivis Kasus Korupsi)

Febri mengungkapkan, untuk merampungkan berkas perkara tersebut, penyidik telah memeriksa 40 saksi. Para saksi itu terdiri dari unsur PNS Pemkab Hulu Sungai Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Panitia Pengadaan Pekerjaan Pembangunan Ruang Perawatan Kelas I, II, VIP, dan Super VIP di RSUD Damanhuri TA 2017 dan pihak swasta.

Dalam kasus ini, Abdul dan Fauzan diduga menerima hadiah atau janji bersama tersangka Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif sebesar Rp1,825 miliar. Uang tersebut diduga sebagai fee proyek dari total komitmen 7,5 persen dari proyek senilai Rp3,6 miliar.

Atas perbuatannya, ketiganya disangkakan melanggar pasal pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

(Baca juga: Direktur PT Menara Agung Didakwa Suap Bupati Abdul Latief Rp3,6 Miliar)






(REN)