KPK Dalami Kasus TPPU Bupati Rita
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggagendakan pemeriksaan tiga orang saksi, hari ini. Mereka diperiksa terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan Bupati Kutai Kartanegara non aktif Rita Widyasari.
 
"Ketiganya diperiksa sebagai saksi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta saat dikonfirmasi, Kamis, 7 Juni 2018.
 
Ketiga saksi tersebut adalah Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo, Pengacara Noval Elfarveisa Irnawati, dan Notaris atau PPAT Vestina Ria Kartika.
 
Rita sebelumnya didakwa menerima suap senilai Rp6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun. Uang tersebut diduga merupakan imbalan terkait pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru kepada perusahaan Abun.
 
Selain itu, Rita juga didakwa menerima menerima gratifikasi uang sejumlah Rp469 miliar. Uang itu diterima Rita terkait perizinan pelaksana proyek pada dinas-dinas di Kabupaten Kukar.

Baca: Rita Widyasari Didakwa Terima Gratifikasi Rp469 Miliar

Rita didakwa melanggar Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.






(FZN)