Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Foto: MI/Haufan Hasyim
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Foto: MI/Haufan Hasyim

Takmir Masjid Diringkus Karena Mengancam di Medsos

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Kautsar Widya Prabowo, Siti Yona Hukmana • 22 Mei 2019 03:51
Jakarta: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengkonfirmasi penangkapan Sekretaris Umum Yayasan Bina Sarana Al-Ittihaad Tebet Barat, Jakarta Selatan, Budiono. Takmir masjid itu ditangkap atas kasus dugaan ancaman di media sosial (medsos).
 
Budiono diringkus di kediamannya Senin, 20 Mei 2019 pukul 24.00 WIB. "(Yang bersangkutan) ditangkap karena mengancam di medsos," kata Argo saat dikonfirmasi, di Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.
 
Argo masih belum bisa menjelaskan kronologis kasus tersebut. Sebab, ia belum menerima informasi dari penyidik. "Masih nunggu laporan dari krimsus," ujar Argo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Wakil Sekretaris Yayasan Bina Sarana Al-Ittihaad, Rustam Amiruddin membenarkan penangkapan terhadap Budiono. "Info tersebut benar, lagi proses katanya 2x24 jam," kata Rustam saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.
 
Menurut Rustam, Budiono dijemput oleh sekitar 15 anggota polisi menggunakan tiga mobil. Budiono diduga telah menampung massa aksi yang akan berdemo di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu, 22 Mei 2019.
 
Ditangkapnya takmir Masjid Al-Ittihaad, Budiono oleh pihak kepolisian, mengegerkan jamaah setempat. Informasi pengangkapan tersebut diumumkan di Masjid tersebut seusai menunaikan sholat Dzuhur.
 
Salah satu penceramah yang bertugas memberikan tausiah setelah sholat Dzuhur mengungkapkan kesedihannya atas penangkapan Budiono. Kejadian itu, membuat ia cukup berat untuk memberikan tausiah.
 
"Yang membuat saya berat untuk memberikan ceramah pada siang hari ini adalah pengurus Yayasan Masjid Al-Ittihaad Pak Budiono berada di Polda Metro Jaya, dikabarkan tadi malam seusai sholat taraweh (ditangkap)," ujarnya ketika memberikan tausiah seusai sholat Dzuhur, di Masjid Al-Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Mei 2019.
 
Ia menambahkan, sosok Budiono dimatanya tidak lah neko-neko, selalu berusaha untuk memfasilitasi jamaah untuk dapat sholat taraweh dengan layak. "Mari kita doakan pak Budiono, Al-Fatihah," tutupnya.
 
Masjid Al-Ittihad masuk dalam urutan ke 22 dari 27 masjid di Jakarta yang disiapkan untuk menampung masyarkat yang hendak melakukan aksi 22 Mei 2019. Bedasarkan pengamatan Medcom.id, tidak tampak adanya masyarkat dengan ornamen mencolok khas peserta masa aksi yang singgah di masjid tersebut.
 
Salah satu takmir Masjid Al Ittihad, Tarsiman mengungkapkan bahwa belum ada masyarakat dengan jumlah yang signifikan singgah. Jika pun ada tidak persiapan khusus untuk menjamu mereka, lantaran telah terbiasa mempersiapkan makanan berbuka sebanyak 800 porsi.
 
"Kalau ada yang mau datang silahkan saja, jadi tidak ada persiapan khusus," ujarnya kepada Medcom.id, di Masjid Al Ittihad, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Mei 2019.
 
Lebih lanjut, Tarsiman mengaku belum mengetahui adanya surat dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta yang melarang masjid untuk menampung masyarakat aksi 22 Mei 2019.Namun, dia menegaskan setiap masyarakat diperbolehkan untuk singgah di Masjid Al Ittihad.
 
"Ya masa ada musafir mau kita larang, kalau dengan jumlah yang banyak menggunakan bus baru (dipertimbangkan)," imbuhnya.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif