Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.

KPK Temukan Aliran Suap Baru dalam Kasus Garuda

Nasional emirsyah satar tersangka
Juven Martua Sitompul • 09 Juli 2019 15:08
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya aliran dana suap baru terkait suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero).
 
"Jadi dalam proses penyidikan beberapa waktu terakhir ini, KPK menemukan aliran dana baru lintas negara terkait perkara ini," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Penyidik juga memeriksa pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus beneficial owner Connaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka. Soetikno sudah berada di KPK sejak pagi tadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"KPK sedang melakukan klarifikasi terkait adanya temuan baru dugaan aliran dana dalam perkara ini," ujar Febri.
 
Baca:Pembuktian Kasus Suap Garuda Temui Titik Terang
 
Soetikno dan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017. Namun, KPK belum juga merampungkan penyidikan kasus dugaan suap di PT Garuda.
 
Penyidik bahkan belum menahan kedua tersangka. Febri enggan menjawab saat disinggung soal kemungkinan penahanan Soetikno Soedarjo usai menjalani pemeriksaan.
 
Emirsyah Satar diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya mencapai lebih dari USD4 juta atau setara dengan Rp52 miliar dari perusahaan asal Inggris yakni Rolls-Royce, di antaranya melalui Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd.
 
Diduga suap terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005-2014. Emirsyah juga disinyalir menerima suap terkait pembelian pesawat dari Airbus.
 
Dalam proses penyidikan kasus ini, KPK telah menyita sebuah rumah di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Rumah yang disita tersebut senilai Rp8,5 miliar. Kuat dugaan uang untuk membeli rumah tersebut berasal dari Soetikno.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif