Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra. Medcom.id/Cindy.
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra. Medcom.id/Cindy.

Polri Sebut Filipina Serius Menyelamatkan Sandera WNI

Nasional wni disandera abu sayyaf
Juven Martua Sitompul • 04 Desember 2019 21:22
Jakarta: Polri memastikan pemerintah Filipina serius membebaskan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Pemerintah Filipina menggelar operasi militer untuk membebaskan tiga WNI tersebut.
 
"Kita melihat keseriusan yang tinggi dari pemerintah Filipina. Mereka menggelar operasi militer tentu mereka punya target sendiri," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Sebuah badan anti penculikan di Filipina juga menaruh perhatian serius terhadap kasus ini. Mereka membantu pemerintah Indonesia mendesak Filipina membebaskan tiga WNI itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita sudah bekerja sama dengan sebuah badan anti penculikan yang ada di Filipina untuk bisa mempertegas dan memberikan spirit kepada pemerintahan Filipina untuk bisa membantu negara kita dalam menyelamatkan tiga sandera,” ujarnya.
 
Polri meminta masyarakat sabar menunggu pembebasan tiga WNI itu. Ia minta publik mendoakan tiga WNI itu segera dibebaskan.
 
“Kita tunggu saja hasilnya dan doakan agar WNI bisa diselamatkan,” pungkasnya.
 
Dua bulan lalu kelompok bersenjata diduga terafiliasi Abu Sayyaf menculik tiga nelayan Indonesia dari Lahad Datu, Sabah. Kelompok ini menuntut uang tebusan senilai 30 juta peso Filipina atau sekitar Rp8,2 miliar untuk pembebasan ketiga WNI itu.
 
Tebusan tersebut diumumkan salah satu korban WNI melalui rekaman video yang beredar di Facebook pada Sabtu 16 November 2019. Ketiga WNI yang disandera yakni Maharudin Lunani (48), putranya Muhammad Farhan (27) dan anggota kru Samiun Maneu (27).
 
Mereka diculik kelompok bersenjata dari kapal pukat nelayan yang terdaftar di Sandakan, perairan Tambisan. Kemenlu meminta pemerintah Filipina membantu proses pembebasan para korban.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif