Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Polri Bentuk Timsus Tuntaskan Kasus Penembakan 6 Pengikut Rizieq

Nasional polri fpi Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 12 Januari 2021 08:48
Jakarta: Polri membentuk tim khusus (timsus) mendalami temuan dan investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait penembakan enam pengikut Rizieq Shihab di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Tim bakal merampungkan kasus tersebut.
 
"Timsus nantinya akan kerja dan ditargetkan secepatnya akan memberikan hasil laporan, agar kasus ini dapat dituntaskan karena hal ini tentunya sudah menjadi konsumsi publik," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 12 Januari 2021. 
 
Ramadhan mengatakan Korps Bhayangkara sejak awal berkomitmen membantu investigasi Komnas HAM. Hal itu terbukti dengan sikap kooperatif Polri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan membuka akses seluas-luasnya pada Komnas HAM untuk melaksanakan tugasnya dengan baik sampai dengan berakhirnya tugas-tugas Komnas HAM tersebut," ujar Ramadhan. 
 
Baca: Polisi Diminta Usut Tuntas Kepemilikan Senjata Eks Laskar FPI
 
Pembentukan timsus sesuai perintah Kapolri Jenderal Idham Azis untuk merespons hasil investigasi dari Komnas HAM. Timsus terdiri atas beberapa elemen, yakni Bareskrim Polri, Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri, dan Divisi Hukum (Divkum) Polri.
 
"Untuk melakukan pengkajian dan temuan atau investigasi dari Komnas HAM tersebut," ungkap Ramadhan.
 
Komnas HAM menemukan pelanggaran HAM oleh personel kepolisian saat peristiwa tersebut. Ada dua peristiwa yang menyebabkan tewasnya enam eks anggota laskar khusus Front Pembela Islam (FPI) yang telah dibubarkan itu.
 
Pertama, dua pengikut Rizieq tewas karena terlibat baku tembak dengan kepolisian. Kemudian, empat lainnya dikenakan tindakan tegas dan terukur di dalam mobil saat perjalanan menuju Polda Metro Jaya. 
 
Menurut polisi, keempatnya melakukan perlawanan yang mengancam jiwa aparat. Namun, tindakan polisi tidak dibenarkan Komnas HAM. Pasalnya, petugas tidak melakukan upaya lain untuk menghindari semakin banyaknya korban jiwa dalam insiden itu. 
 
"Mengindikasikan adanya tindakan unlawfull killing terhadap empat orang anggota laskar FPI," kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021. 
 
Komnas HAM meminta polisi mengusut tuntas dugaan pelanggaran HAM tersebut. Anggota yang terlibat diminta tidak hanya dihukum internal, melainkan diproses hingga pengadilan. 
 
Kemudian, Komnas HAM juga menemukan kepemilikan senjata api oleh eks anggota FPI itu. Polisi diminta mengusut terkait asal usul senjata api rakitan itu.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif