Jaksa Agung larang terdakwa pakai atribut agama. Foto: Dok/Metro TV
Jaksa Agung larang terdakwa pakai atribut agama. Foto: Dok/Metro TV

Jaksa Agung Larang Terdakwa Gunakan Atribut Keagamaan

MetroTV • 19 Mei 2022 05:34
Jakarta: Jaksa Agung ST Burhanudin meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak menghadirkan terdakwa ke ruang sidang dengan atribut keagamaan yang tidak digunakan sebelumnya. Hal ini untuk menghindari kesan penggunaan atribut keagamaan hanya untuk maksud tertentu.
 
"Menurut Burhanudin, hal tersebut justru merusak citra agama. Imbauan ini nantinya akan dituangkan dalam bentuk surat edaran (SE) dan disebarkan ke seluruh kantor kejaksaan seluruh Indonesia," ujar presenter Metro TV, Wahyu Wiwoho  dalam tayangan Primetime News di Metro TV, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Jaksa Agung mengaku telah melarang anak buahnya untuk memfasilitasi terdakwa dengan atribut keagamaan seperti baju koko dan peci. Fasilitas serupa juga diberikan kepada terdakwa perempuan yang baru mengenakan hijab saat menjalani persidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bukan hanya atribut keagamaan saja, atribut kebudayaan juga tidak boleh. Jadi biar mendapatkan sentuhan tersendiri dari hakim dan jaksa maka atribut itu digunakan. Pak Jaksa Agung melihat itu disalahgunakan oleh mereka," tutur Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Ketut Sumadena.
 
Salah satu contoh terdakwa kasus suap yang menggunakan atribut keagamaan di ruang sidang yakni, bekas jaksa Pinangki Sirna Malasari saat ditetapkan sebagai tersangka. Wacana pelarangan atribut keagamaan saat persidangan didukung oleh anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Nasir Djamil.
 
"Tentu saja, atribut ini menjadi citra buruk bagi agama. Seolah-olah terdakwa sudah bertaubat dari kejahatan yang dilakukan. Peraturannya harus segera diterbitkan," kata Nasir. (Fauzi Pratama Ramadhan)
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif