KPK Menghormati Vonis Zumi Zola
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, yang menjatuhkan hukuman enam tahun penjara kepada Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola. Vonis Zumi Zola lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut KPK.

"Iya lebih ringan dari tuntutan kewenangan, itu tentu kewenangan hakim," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Febri mengatakan untuk saat ini, jaksa penuntut belum menentukan upaya banding atas putusan tersebut. Mengingat, jaksa KPK menuntut Zumi Zola dengan hukuman 8 tahun penjara.


"Ada waktu sebelum menentukan apakah menerima atau melakukan upaya hukum," ujarnya.

Terlepas dari upaya banding, kata Febri, KPK juga mengapresiasi putusan majelis hakim yang mencabut hak politik Zumi Zola. Hukuman pencabutan hak politik dinilai penting dilakukan untuk membuat jera para politikus lain agar tidak terlibat praktik rasuah.

"KPK berharap ini bisa menjadi standar di seluruh kasus korupsi yang melibatkan aktor politik," pungkasnya.

Baca: Zumi Zola Divonis Enam Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman enam tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsidair tiga bulan kurungan terhadap Gubernur nonaktif Zumi Zola. Hakim meyakini bahwa Zumi Zola terbukti bersalah menyuap anggota DPRD Jambi sebesar Rp16,34 miliar, termasuk menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha di Jambi.

Selain pidana pokok, hakim juga mengganjar pidana tambahan terhadap Zumi Zola. Hakim mencabut hak politikus PAN tersebut selama lima tahun ke depan setelah menjalani pidana pokok.





(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id