Perantara Suap Kenal Dekat dengan Hakim
Juru bicara MA Suhadi dalam konfrensi pers terkait OTT dua hakim PN Jaksel - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Panitera Pengganti PN Jakarta Timur Muhammad Ramadhan. Dia diduga jadi perantara suap pada dua hakim PN Jakarta Selatan Iswahyu Widodo dan Irwan. 

Juru Bicara Mahkamah Agung Suhadi mengungkapkan Ramadhan dan hakim sudah saling kenal. 

"Menurut riwayat, panitera Jaktim (Ramadhan) pernah bertugas jadi pegawai PN Jaksel. Jadi mungkin masih ada perkenalan dengan hakim Jaksel," beber Suhadi dalam konferensi pers di Gedung MA, Kamis, 29 November 2018.


Suhadi menyakini Ramadhan dan hakim yang disuap kenal dekat. Apalagi, mereka ditangkap KPK bukan saat menyerahkan uang.

"Waktu ditangkap bukan saat take and give uang, tapi (sedang) di indekos (Ramadhan). Makannya, sepertinya ada korelasi sejak masih jadi panitera Jaktim," pungkas dia. 

(Baca juga: MA Berhentikan 2 Hakim PN Jaksel)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua hakim PN Jaksel Iswahyu Widodo (IW) dan Irwan (I) sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara perdata di PN Jaksel.

Selain kedua hakim itu, penyidik juga menetapkan tiga tersangka lain. Mereka yakni panitera pengganti PN Jakarta Timur Muhammad Ramadhan, seorang advokat Arif Fitrawan, dan satu pihak swasta Martin P Silitonga.

"Pemberian suap diduga untuk memengaruhi putusan terhadap perkara perdata di PN Jaksel," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 28 November 2018.

Alexander mengatakan total uang suap yang disita di lokasi OTT sebanyak SGD47 ribu. Uang itu diberikan Arif kepada hakim melalui Muhammad Ramadhan.
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id