Pengacara Lucas. Foto: Medcom.id/Damar Iradat
Pengacara Lucas. Foto: Medcom.id/Damar Iradat

Lucas Sebut KPK Sewenang-wenang

Nasional suap di ma
Juven Martua Sitompul • 22 November 2018 16:56
Jakarta: Terdakwa pengacara Lucas mempertanyakan dalil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dirinya sebagai tersangka kasus merintangi penyidikan atas perkara dugaan suap yang menjerat mantan petinggi Lippo Group. KPK dinilai telah melawan hukum.
 
"Ini adalah tindakan perbuatan melawan hukum sewenang-wenang," kata Lucas usai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 22 November 2018.
 
Lucas bahkan menyebut jika KPK tak konsisten dalam menyidik kasusnya. "Kalau saya katakan, lain yang gatal lain yang digaruk," ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lucas juga menganggap kasusnya janggal. Terlebih, kata dia, poin-poin jawaban jaksa KPK tidak menjawab nota pembelaan dan pleidoinya.
 
"Dalam nota pembelaan ternyata enggak ditanggapi oleh jaksa dengan dalih hanya menyampaikan seolah-olah itu materi pokok perkara, padahal itu penting ditanggapi tapi enggak ditanggapi," ucap dia.
 
Menurut dia, lembaga antirasuah tidak berhak mengadili dirinya atas kasus merintangi penyidikan. Alasannya, Lucas tidak melakukan tindak pidana korupsi, suap, dan menerima gratifikasi.
 
"Saya bukan penyelenggara negara dan saya tidak menyalahgunakan kewenangan. Kenapa saya diadili di Tipikor? Ini kesalahan luar biasa. Ini abuse of power," ujar dia.
 
Baca: Lucas Menegaskan tak Pernah Terima Fee
 
Dalam perkara ini, Lucas diduga membantu Eddy Sindoro melarikan diri. Ia juga disebut menyembunyikan mantan petinggi Lippo Group tersebut ke luar nege‎ri. Tak terkecuali saat Eddy Sindoro akan ditangkap oleh pihak otoritas Malaysia.
 
Eddy Sindoro sempat dideportasi ke Indonesia oleh otoritas Malaysia. Namun, Lucas diduga membantu Eddy untuk keluar dari Indonesia lagi.
 
Lucas disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif