Sidang pemeriksaan saksi mantan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Chaidir Ritonga. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi mantan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Chaidir Ritonga. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Eks DPRD Sumut Dicecar Soal Jatah Rp1 Triliun

Nasional kasus suap gatot pujo nugroho
Fachri Audhia Hafiez • 12 Desember 2018 21:14
Jakarta: Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggali keterangan saksi soal uang Rp1 triliun dalam bentuk proyek yang disebut sebagai uang ketok palu anggota DPRD Sumatera Utara. Uang itu diduga sebagai 'jatah' pengesahan APBD Sumut 2014.

Jaksa menggali keterangan itu dari mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019, Chaidir Ritonga yang menjadi saksi untuk delapan terdakwa. Para terdakwa juga merupakan mantan anggota DPRD Sumut yakni, Rizal Sirait, Fadli Nursal, Roslinda Marpaung, Tiasiah, Sonny Firdaus, Helmiati, Muslim Simbolon, dan Rinawati Sianturi.

"Tidak ada yang spesifik, tidak pernah uang (Rp1 triliun) itu diutarakan," kata Chaidir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Menurut jaksa, uang Rp1 triliun itu sulit diwujudkan dalam bentuk proyek untuk dibagikan ke legislator. Maka jatah itu diganti dengan uang tunai Rp50 miliar. Chaidir mengaku mengetahui wacana itu. Dia mengatakan hal itu bertentangan dan bisa membawa semua anggota dewan ke ranah hukum.

"Saya ketika wacana itu bukan dalam rapat, saya termasuk yang bertentangan pola pikir dengan kebijakan itu. Saya tinggalkan rapat, karena sama saja membawa anggota dewan ke ranah hukum," ujar Chaidir.

Pada sidang kali ini, jaksa juga menghadirkan sembilan orang saksi lainnya yang juga mantan anggota DPRD Sumut. Mereka diantaranya, Budiman Nadapdap, Muhammad Afan, Guntur Manurung, Zulkifli Husein, Parluhutan Siregar, Bustami, Biller Pasaribu, Tahan Manahan Pangabean dan Yan Syahrin.

Baca: Empat Anggota DPRD Sumut Didakwa Terima Suap dari Gatot

KPK sebelumnya menetapkan 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka. Mereka diduga menerima duit suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo dengan nominal Rp300-350 juta perorang.

Suap dari Gatot itu diduga terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015.


(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi