Hadi Pranoto, peneliti asal Indonesia yang membuat obat herbal yang diklaim meningkatkan antibodi melawan covid-19. Lampost.co/Andi Apriyadi
Hadi Pranoto, peneliti asal Indonesia yang membuat obat herbal yang diklaim meningkatkan antibodi melawan covid-19. Lampost.co/Andi Apriyadi

Hadi Pranoto Batal Diperiksa karena Sakit

Nasional Virus Korona Hadi Pranoto
Siti Yona Hukmana • 13 Agustus 2020 12:00
Jakarta: Hadi Pranoto,pembuat herbal yang diklaim meningkatkan antibodi melawan covid-19, batal menghadiri pemeriksaan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Sedianya dia diperiksa sebagai terlapor dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong.
 
"Saudara Hadi Pranoto tidak bisa hadir dengan alasan sakit," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada Medcom.id, Kamis, 13 Agustus 2020.
 
Yusri belum dapat memastikan agenda pemanggilan pemeriksaan kedua. Penyidik menunggu Hadi pulih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Belum bisa ditentukan kapan bisa (menghadiri pemeriksaan), menunggu pemeriksaan dokter," ujar Yusri.
 
Hadi sedianya diperiksa hari ini pukul 10.00 WIB. Penyidik telah memeriksa influencer Erdian Aji Prihartanto alias Anji pada Senin, 10 Agustus 2020. Anji diperiksa lebih dulu karena dia yang mewawancarai Hadi dalam akun YouTube Dunia Manji.
 
Baca: Polisi Bakal Periksa Saksi Ahli di Kasus Hadi Pranoto
 
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid melaporkan Hadi dan Anji ke Polda Metro Jaya, Senin, 3 Agustus 2020 malam. Laporan ini buntut klaim Hadi yang mengaku telah menemukan obat melawan covid-19 dalam wawancara di akun milik Anji.
 
Konten YouTube yang ditayangkan musisi Anji pada Sabtu, 1 Agustus 2020, menuai polemik. Pendapat Hadi ditentang oleh akademisi, ilmuwan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, influencer, hingga masyarakat luas.
 
Keduanya disangkakan melanggar Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45a Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif