Penyidik KPK Novel Baswedan. MI/Rommy Pujianto
Penyidik KPK Novel Baswedan. MI/Rommy Pujianto

Putusan Penyerang Novel Cermin Perlindungan Penegak Hukum

Nasional kpk novel baswedan
Candra Yuri Nuralam • 17 Juli 2020 11:19
Jakarta: Putusan perkara penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan cermin jaminan perlindungan bagi penegak hukum di Indonesia. Pelaku penyiraman air keras kepada Novel diberi vonis lebih berat dari tuntutan yang hanya satu tahun penjara.
 
"Sebenarnya yang terpenting dan yang diharapkan KPK dari putusan majelis hakim dalam perkara ini, sejauh mana putusan ini dapat menjadi cerminan jaminan perlindungan negara terhadap insan penegak hukum, khususnya dalam pemberantasan korupsi," kata Wakil Ketua KPK Nawawi di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2020.
 
Nawawi enggan mengomentari lebih jauh kinerja hakim yang mengeluarkan vonis. Dia menyebut masyarakat bisa menilai keadilan hakim dari hasil vonis perkara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu bergantung masing-masing orang menerjemahkannya," ujar Nawawi.
 
Nawawi juga enggan mengomentari berat hukuman untuk penyerang Novel. Menurutnya, tugas dan putusan hakim tak boleh diintervensi.
 
"Saya tidak dapat mengomentari, apakah hukuman yang telah dijatuhkan majelis hakim telah setimpal atau belum dengan perbuatan," tutur Nawawi.
 
Nawawi menegaskan penyerangan terhadap Novel tak akan membuat penegakan hukum terhadap pelaku korupsi di Indonesia mandek. KPK akan terus bekerja untuk menghapus perilaku korupsi di Tanah Air.
 
"KPK akan terus berada di garda terdepan," tegas Nawawi.
 
Baca: Dua Penyerang Novel Baswedan Divonis 2 dan 1,5 Tahun Penjara
 
Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette divonis 2 tahun penjara. Sementara, rekannya Ronny Bugis diberi vonis 1 tahun 6 bulan penjara.
 
"Menyatakan terdakwa Rahmat Kadir Mahulette telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan penganiayaan dengan rencana terlebih dahulu yang mengakibatkan luka berat," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara Djumyanto saat membacakan vonis Kamis malam, 16 Juli 2020.
 
Ronny Bugis dinilai membantu Rahmat melancarkan aksi Rahmat. Ronny mengantar Rahmat ke kediaman Novel di Jalan Deposito Blok T Nomor 8 RT003/RW010, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
 
Ronny dinilai tidak mengetahui rencana Rahmat yang akan menyiram Novel dengan air keras.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif