medcom.id, Jakarta: Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan terus mengedus kasus dana 'siluman' di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Mereka tak hanya menancapkan 'taringnya' di proyek pengadaan perangkat penambah daya (UPS).
"Ya memang ada. Semua yang dilaporkan oleh Pemprov DKI kita tindaklanjuti," kata Kepala Bareskrim Komjen Budi Waseso di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2015).
Menurut Budi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kejaksaan Agung juga melakukan hal yang sama. Bersama Polri, ketiga lembaga ini selalu berkoordinasi dalam menangani suatu kasus.
"Jika di kejaksaan sudah ke tingkat penyidikan, ya kita berhenti. Begitu juga jika KPK sudah ke tingkat penyidikan, kita support," tambah Budi.
Sayangnya, Budi enggan menyebut secara jelas kasus apa yang sedang diselidiki saat ini.
medcom.id, Jakarta: Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan terus mengedus kasus dana 'siluman' di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Mereka tak hanya menancapkan 'taringnya' di proyek pengadaan perangkat penambah daya (UPS).
"Ya memang ada. Semua yang dilaporkan oleh Pemprov DKI kita tindaklanjuti," kata Kepala Bareskrim Komjen Budi Waseso di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2015).
Menurut Budi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kejaksaan Agung juga melakukan hal yang sama. Bersama Polri, ketiga lembaga ini selalu berkoordinasi dalam menangani suatu kasus.
"Jika di kejaksaan sudah ke tingkat penyidikan, ya kita berhenti. Begitu juga jika KPK sudah ke tingkat penyidikan, kita
support," tambah Budi.
Sayangnya, Budi enggan menyebut secara jelas kasus apa yang sedang diselidiki saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)