Foto: Metrotvnews.com/Dok
Foto: Metrotvnews.com/Dok

ICW: Tantangan Pemberantasan Korupsi Makin Kompleks

Damar Iradat • 04 Agustus 2015 14:09
medcom.id, Jakarta: Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menjeklaskan saat ini pemberantasan korupsi menghadapi tantangan yang semakin sulit.
 
Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir, lembaga-lembaga antikorupsi dan hukum, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Yudisial (KY), digerogoti kekuatannya. Caranya, mengkriminalisasi para pimpinan lembaga itu.
 
"Sebagaimana kita tahu, pemberantasan korupsi di Indonesia sedang meghadapi tantangan yang tidak sedikit," kata Adnan dalam peringatan 17 tahun ICW di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2015).

Menurut dia, pengebirian fungsi pokok lembaga hukum saat ini menjadi tantangan seirus. 
 
"Lembaga-lembaga negara sedang menghadapi situasi yang tidak sederhana, KPK dan juga KY tengah menghadapi tantangan dikebiri fungsi pokoknya mengawasi hakim," papar dia.
 
Korupsi, kata Adnan, saat ini belum dimaknai sebagai sebuah common value. Hal ini akan memperparah kondisi korupsi di Indonesia.
 
"Seharusnya hal tersebut bisa menjadi etika, baik di lingkungan masyarakat, lingkungan politik, maupun sosial," jelasnya.
 
Ia yakin, strategi pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK sebenarnya mampu mendorong kekuatan bersama melawan korupsi di Indonesia.
 
Seperti diketahui, dua komisioner KY, Suparman Marzuki dan Taufiqurrohman Syahuri, menjadi tersangka. Mereka dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri terkait pencemaran nama baik oleh Hakim Sarpin Rizaldi. Sarpin merupakan hakim yang memenangkan gugatan praperadilan Komjen Budi Gunawan yang dijadikan tersangka oleh KPK Januari lalu.
 
Jauh sebelum kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh pimpinan KY, dua pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto serta penyidik KPK Novel Baswedan juga dijadikan tersangka oleh Bareskrim Polri.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>