Ilustrasi Gedung KPK Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Ilustrasi Gedung KPK Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

KPK Ajukan Kasasi Terhadap Putusan Banding Bos PT CMIT

Nasional kpk mahkamah agung Kasus Suap kasus korupsi suap di bakamla
Fachri Audhia Hafiez • 10 Februari 2021 13:15
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan kasasi atas putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta terhadap terdakwa Direktur Utama PT Compact Microwave Indonesia Teknologi (PT CMIT) Rahardjo Pratjihno. Hakim dinilai keliru dalam memutus hukuman jumlah uang pengganti.
 
"Jaksa penuntut umum memandang ada kekeliruan dalam pertimbangan putusan hakim tersebut, terutama dalam hal jumlah nilai dari uang pengganti yang dibebankan kepada terdakwa," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu, 10 Februari 2021.
 
KPK meminta hakim menjatuhkan putusan berupa uang pengganti sebesar Rp60.329.008.009. Namun, hakim menjatuhkan putusan uang pengganti sebesar Rp15.014.122.595.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ali mengatakan alasan dan dalil upaya hukum itu akan diuraikan dalam memori kasasi. Memori kasasi diserahkan kepada Mahkamah Agung (MA) melalui Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
 
Baca: Kasus Dugaan Rasuah di Bakamla Diselisik Melalui Kabag Keuangan
 
Sebelumnya, PT DKI Jakarta menjatuhkan pidana sembilan tahun penjara serta denda sebesar Rp600 juta subsider enam bulan kepada Rahardjo. Hukuman ini lebih berat dari vonis di pengadilan tingkat pertama, yakni lima tahun bui.
 
PT DKI Jakarta juga menjatuhkan hukuman membayar uang pengganti atas kerugian keuangan negara Rp15.014.122.595. Jika tak menyanggupi membayar uang pengganti tersebut, Rahardjo mesti dihukum dua tahun penjara.
 
Rahardjo terbukti melakukan korupsi proyek di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Tahun Anggaran 2016. Proyek tersebut ialah pengadaan backbone coastal surveillance system (BCSS) yang terintegrasi dengan Bakamla Integrated Information System (BIIS). Korupsi ini telah merugikan keuangan negara sebesar Rp63,829 miliar.
 
Rahardjo dan PT CMIT diduga menikmati keuntungan sebesar Rp60,329 miliar. Dia juga memperkaya orang lain, yaitu bekas Staf Khusus Bidang Perencanaan dan Keuangan Bakamla Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi sebesar Rp3,5 miliar.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif