Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Yurike Budiman
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Yurike Budiman

Rizieq Diperbolehkan Mangkir Pemeriksaan dengan Syarat

Nasional Rizieq Shihab protokol kesehatan Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 01 Desember 2020 11:25
Jakarta: Polda Metro Jaya mengagendakan pemanggilan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan pada Selasa, 1 Desember 2020. Polisi memperbolehkan Rizieq mangkir pemeriksaan dengan syarat.
 
"Silakan (tidak hadir) selama bisa menyampaikan alasan yang pasti, alasan yang menurut aturan undang-undang itu betul," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 1 Desember 2020. 
 
Baca: Rizieq Bawa Massa Saat Pemeriksaan, Polisi: Kita Bubarkan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yusri mencontohkan alasan mangkir, seperti terperiksa dalam keadaan tidak sehat. Kemudian, melampirkan surat keterangan sakit dari petugas kesehatan. 
 
"Nanti dokternya kita cek (tanya) sakitnya (Rizieq) sakit apa? Kan enggak mungkin orang sakit kita periksa, yang penting harus ada alasan yang pasti," ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.
 
Yusri menuturkan jika Rizieq memenuhi panggilan, penyidik tidak langsung melakukan pemeriksaan. Rizieq terlebih dahulu wajib menjalani swab test untuk memastikan terbebas dari covid-19.
 
"Jangan sampai penyidik malah yang diperiksa positif penyidiknya kena," ungkap Yusri.
 
Pantauan Medcom.id, hingga pukul 10.22 WIB Rizieq belum menampakkan diri di Polda Metro Jaya. Meski begitu, polisi sudah siaga mengantisipasi kedatangan Rizieq bersama rombongan FPI. 
 
Tampak puluhan polisi berjaga-jaga di depan maupun di depan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Ada pula sepeda motor polisi dan mobil pengurai massa (raisa) dan baracuda
 
Akad nikah anak Rizieq dan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 November 2020 ramai didatangi pengikut Rizieq. Banyak yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan meningkatkan potensi penyebaran covid-19.
 
Polisi menyatakan ada unsur pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan tersebut. Kini polisi tengah mencari tersangka yang bisa dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dengan ancaman kurungan satu tahun atau denda Rp100 juta. 
 
Lalu, Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuang Undang-undang, dengan ancaman enam tahun penjara atau denda Rp4.500. Kemudian Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-Undang, dengan ancaman pidana penjara empat bulan dua minggu atau denda Rp9.000.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif