Ahli: Dokter Bisa Dipidana Jika Bertindak di Luar Standar Profesi

Damar Iradat 25 Mei 2018 14:16 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Ahli: Dokter Bisa Dipidana Jika Bertindak di Luar Standar Profesi
Ilustrasi--Terdakwa kasus merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik Bimanesh Sutarjo (kiri) menyimak keterangan saksi di persidangan. Foto: MI/Bary Fathahilah.
Jakarta: Ahli medikolegal Universitas Indonesia (UI) dokter Budi Sampurna menyebut, seorang dokter dilindungi oleh undang-undang dalam menjalankan profesinya. Namun demikian, seorang dokter harus tetap berada dalam standar profesi kedokteran. 

Budi yang dihadirkan sebagai saksi ahli dalam sidang lanjutan perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik dengan terdakwa dokter Bimanesh Sutarjo. 

Dia mengatakan, profesi dokter sebetulnya memiliki imunitas. Namun, imunitas tak berlaku jika seorang dokter bertindak di luar standar profesi kedokteran. 


"Kalau dia melanggar etik, setidaknya dia melanggar disiplin," ungkap Budi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 25 Mei 2018. 

Baca: Ahli Sebut Dokter Boleh Tangani Pasien Buron

Menurut Budi, meski profesi dokter dilindungi undang-undang, dokter yang melakukan tindak pidana harus tetap dihukum. Hal itu tetap berlaku ketika seorang dokter menangani pasien. 

"Kalau melanggar hukum tetap akan dipidana, tapi sepanjang sesuai peraturan yang berlaku dalam profesinya, dia (dokter) tidak boleh disalahkan," jelasnya.

Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo sebelumnya didakwa melakukan tindakan merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el yang menjerat Setya Novanto. Ia diduga bekerja sama dengan advokat Fredrich Yunadi agar Novanto tak diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Atas perbuatannya, Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id