Terdakwa kasus dugaan teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman alias Oman, menjalani sidang perdana di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018. Foto: Antara/Reno Esnir
Terdakwa kasus dugaan teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman alias Oman, menjalani sidang perdana di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018. Foto: Antara/Reno Esnir

Vonis buat Aman Abdurrahman usai Lebaran

Nasional terorisme ledakan di kampung melayu Teror Bom di Surabaya
30 Mei 2018 13:44
Jakarta: Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Akhmad Jaini, menyatakan sidang putusan atas kasus bom Thamrin dan empat kasus teror lainnya dengan terdakwa Aman Abdurrahman tak akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Sidang vonis rencananya digelar Jumat, 22 Juni 2018.

"(Sidang) vonis setelah Lebaran 2018, pada 22 Juni," kata Hakim Akhmad Jaini di PN Jaksel, seperti dilansir Antara, Rabu, 30 Mei 2018.

Aman Abdurrahman alias Oman Rochman atau Abu Sulaiman bin Ade Sudarma didakwa terlibat dalam kasus bom Thamrin, kasus bom Gereja Oikumene di Samarinda, kasus bom Kampung Melayu, kasus penyerangan di Bima, NTB, dan kasus penyerangan Mapolda Sumut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ia dituduh berperan sebagai dalang di balik teror tersebut. Namun, penasihat hukum Oman, Asludin Atjani, membantah keterlibatan kliennya dalam lima kasus terorisme tersebut. Menurut Asludin, Oman tidak pernah menyerukan kepada para pengikutnya untuk berjihad di Tanah Air, melainkan hanya menyerukan untuk berjihad ke Suriah.

Asludin menambahkan, dalam buku Seri Materi Tauhid, Oman hanya menjelaskan tentang tauhid dan makna thagut, bukan pengajaran tentang jihad.

Oman seharusnya bebas dari penjara pada 17 Agustus 2017 usai menjalani masa hukuman sembilan tahun atas keterlibatannya dalam pelatihan militer kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di pegunungan Jalin, Kabupaten Aceh Besar pada 2010.

Baca: Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati

Namun, pada 18 Agustus 2017, polisi menetapkan Oman sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam serangan teror bom Thamrin.

Oman dijerat dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman hukuman mati.




(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi