Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.

KPK: Tarif Jual Beli Jabatan Pemkab Kudus Beragam

Juven Martua Sitompul • 29 Juli 2019 18:52
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya pengenaan tarif dalam suap jual beli jabatan di Pemkab Kudus, Jawa Tengah. Bupati Kudus Muhammad Tamzil diduga mematok harga yang berbeda untuk setiap jabatan di Pemkab Kudus.
 
"Kami menemukan ada semacam tarif untuk mengisi jabatan-jabatan tertentu, tetapi belum bisa disampaikan secara spesifik saat ini karena proses penyidikan masih berjalan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019.
 
Febri mengatakan kasus ini tidak berbeda jauh dengan perkara suap jual beli jabatan lainnya yang tengah ditangani KPK. Salah satunya, kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena ada karakter kasus jual beli jabatan yang pernah kami tangani sebelumnya seperti di Klaten, Cirebon, dan Kementerian Agama dan juga kami memproses itu melalui kegiatan tangkap tangan beberapa waktu yang lalu," ujar Febri.
 
Kendati begitu, menurut Febri, pihaknya belum bisa membeberkan lebih detail soap tarif tersebut. Namun yang jelas, kata dia, tarif untuk pejabat setingkat eselon II berbeda dengan pejabat eselon III.
 
"Kewenangan-kewenangan mereka itu menjadi poin yang kami pelajari lebih lanjut dalam proses ini," ucap dia.
 
Lembaga antirasuah membenarkan kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus ini. Penyidik akan menelaah lebih jauh bukti, keterangan saksi, termasuk fakta yang muncul dalam persidangan nanti.
 
"Yang pasti untuk saat ini kami fokus terlebih dahulu melakukan pemeriksaan pemeriksaan untuk kebutuhan pendidikan yang sedang berjalan," jelas Febri.
 
Bupati Kudus Muhammad Tamzil ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yakni Plt Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah  (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Sofyan dan Staf Khusus Bupati Kudus Agus Soeranto. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pengisian perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kudus tahun 2019.
 
Dalam kasus ini, Tamzil diduga menerima suap sebanyak Rp250 juta dari Akhmad Sofyan melalui Agus Soeranto. Uang itu diberikan agar Tamzil memuluskan proses jabatan Akhmad.
 
Tamzil dan Agus selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangkan, Sofyan sebagai pemberi suap disangka disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
(SCI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif