Hasyim Muzadi. Foto: Rommy Pujianto/MI
Hasyim Muzadi. Foto: Rommy Pujianto/MI

Wantimpres Hasyim Muzadi Jenguk Fuad Amin di Rutan Salemba

Nasional fuad amin imron
Yogi Bayu Aji • 21 Oktober 2015 13:00
medcom.id, Jakarta: Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Hasyim Muzadi menjenguk bekas Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat. Fuad Amin adalah terpidana delapan tahun penjara karena kasus suap.
 
Hasyim datang bersama beberapa tokoh daerah Bangkalan. "Cuma kekeluargaan saja sama kiai-kiai yang lain. Bersama KH Mas Masmansyur sama Nurdin, bertiga saja, kemanusiaan. Karena beliau teman satu daerah, tidak apa," jelas Hasyim Muzadi di Rutan Salemba, Rabu (21/10/2015).
 
Hasyim enggan menyinggung kasus tindak pidana korupsi jual-beli gas alam Bangkalan dan tindak pidana pencucian uang yang mendera Fuad Amin. Pasalnya, kata dia, itu sudah diproses secara hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya enggak mau campurin urusan hukum," kata Hasyim saat menaiki mobil RI 75 meninggalkan Rutan Salemba.
 
Senin 19 November, Fuad Amin divonis pidana kurungan 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan. Dia terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap terkait perjanjian konsorsium dan kerjasama antara PT Media Karya Sentosa (PT MKS) dan PD Sumber Daya serta memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Codeco Energy Co. Limited terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur. Perjanjian itu membuat PT MKS mendapat pasokan gas dari PT Pertamina EP.
 
"Mengadili, menyatakan terdakwa Fuad Amin Imron terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Melakukan tindak pidana secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan kesatu primer dan dakwaan pencucian uang sebagaimana dakwaan kedua dan ketiga," kata Ketua Majelis Hakim M. Mukhlis saat membacakan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta.
 
Fuad juga terbukti bersalah dalam dakwaan lainnya, yakni perkara tindak pidana pencucian uang. Dia sangka melanggar Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 dan Pasal 3 ayat (1) UU No 15 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No 25/2003 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 KUHP.
 
Vonis Fuad lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut 15 tahun penjara dan denda Rp3 miliar subsider 6 bulan. Hakim tak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum terkait penghitungan nilai tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Fuad.
 
(KRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif