Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Yasonna Sebut Tindakan Susrama Bukan Kejahatan Luar Biasa

Nasional grasi
Damar Iradat • 23 Januari 2019 15:58
Jakarta: Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menyebut terpidana pembunuhan berencana I Nyoman Susrama tidak melakukan kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Susrama merupakan otak di balik pembunuhan berencana pada wartawan Radar Bali, Anak Agung Gde Narendra Prabangsa.
 
Yasonna meminta semua pihak tak melihat politis pemberian remisi perubahan kepada Susrama. Menurut dia, yang penting Susrama telah menjalani hukumannya selama hampir sepuluh tahun.
 
"Dan itu bukan extraordinary crime, bukan jenis extraordinary crime," kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yasonna juga tak ingin ambil pusing soal kecaman dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar. Apalagi, Yasonna melihat Susrama sudah layak mendapatkan remisi.
 
"Jadi jangan melihat sesuatu sangat politis. Jadi dihukum itu orang tidak dikasih remisi? Enggak muat itu Lapas semua kalau semua dihukum, enggak pernah dikasih remisi," jelas politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
 
(Baca juga:Yasonna: Susrama Bukan Diberikan Grasi)
 
Susrama sebelumnya dihukum penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Bali. Ia terbukti menjadi otak pembunuhan berencana Wartawan Radar Bali, Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa pada 2009 lalu.
 
Susrama menyuruh enam pelaku lainnya untuk menghabisi nyawa Prabangsa. Mantan caleg PDIP itu kesal dengan pemberitaan Prabangsa terkait dugaan korupsi yang dilakukan oleh Susrama terkait proyek-proyek Dinas Pendidikan di Kabupaten Bangli sejak Desember 2008 hingga Januari 2009.
 
Awalnya jaksa menuntut agar Susrama dihukum mati. Namun, majelis hakim saat itu memvonis Susrama kurungan penjara seumur hidup.
 
(Baca juga:Reaksi JK soal Kecaman Grasi ke Pembunuh Wartawan)
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif