Polda Metro Bentuk Tim Gabungan Ungkap Insiden Sembako

Deny Irwanto 02 Mei 2018 10:19 WIB
sembako
Polda Metro Bentuk Tim Gabungan Ungkap Insiden Sembako
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis/Medcom.id/Deny Irwanto
Jakarta: Polda Metro Jaya membentuk tim gabungan guna menyelidiki kematian dua orang dalam pembagian sembako Forum Untukmu Indonesia (FUI). Penyidik perlu memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi kejadian yang berlangsung di Monas itu.

"Saya sudah bentuk tim, tim gabungan dari Jakpus dan Krimum untuk menyelidiki bagaimana latar belakang kasus itu. (Meninggal karena antre) belum tentu, kan saya bilang masih penyelidikan," tegas Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis Polda Metro Jaya, Rabu, 2 Mei 2018.

Polisi, tegas Idham, tak bisa gegabah menangani kasus ini. Terlebih dalam mengungkap penyebab kematian dua orang tersebut.


Baca: Kronologi Versi Keluarga Korban Antrean Sembako di Monas

Sedangkan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu mengatakan dua korban meninggal dunia ditemukan bukan dalam lingkungan Monas.

"(Ditemukan Satpol PP) di luar," ucap Roma.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut dua warga Pademangan tewas dalam  acara tersebut.

"Adinda Rizki bersama dengan Mahesha Junaedi harus kehilangan nyawa karena berdesak-desakan," kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 30 April 2018.

Sandi menyatakan kedua korban tewas berusia 12 dan 10 tahun. Pemprov DKI memastikan memberi bantuan kepada kedua korban meninggal.

Baca: Sandi Sebut 2 Orang Tewas di Acara Bagi-bagi Sembako

Keluarga korban, Rizki,  melaporkan kasus ini ke polisi. Keluarga menjelaskan Rizki terjatuh ketika mengantre kemudian terinjak-injak warga lain.

Di sisi lain, polisi membantah acara bagi-bagi sembako memakan korban. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan kematian dua remaja itu tak berhubungan dengan acara.

Seorang remaja ditemukan pingsan di luar kawasan Monas. Korban kemudian dibawa ke RS Tarakan.

"Beberapa menit kemudian korban meninggal dunia di RS karena suhu badan yang tinggi dan kekurangan cairan atau dehidrasi," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 1 Mei 2018.

Baca: Polisi Bantah Pembagian Sembako FUI Makan Korban

Korban kedua diketahui meninggal keesokan harinya. Kepolisian menerima informasi ada remaja berumur 11 tahun meninggal di RS Tarakan. Remaja tersebut meninggal dunia pukul 05.00 WIB.

"Setelah kita tanya dokter yang jaga, yang bersangkutan kekurangan cairan atau dehidrasi dan suhu badan tinggi. Menurut keterangan orang tua korban, korban ada keterbelakangan mental," jelas Argo.



(OJE)