Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus KTP elektronik Bimanesh Sutarjo menjalani sidang perdana di Gedung Tipikor, Jakarta. Foto: Antara/Galih Pradipta.
Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus KTP elektronik Bimanesh Sutarjo menjalani sidang perdana di Gedung Tipikor, Jakarta. Foto: Antara/Galih Pradipta.

Bimanesh: Banyak Pasien Susah Setelah Saya Ditahan

Nasional korupsi e-ktp setya novanto
Damar Iradat • 07 Juni 2018 18:39
Jakarta: Dokter Bimanesh Sutarjo menyebut banyak pasiennya yang kesulitan lantaran dirinya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia bahkan menunjukan testimoni dari para pasiennya kepada majelis hakim dan jaksa penuntut umum di persidangan. 

Ia menuturkan pasiennya tersebar di Rumah Sakit (RS) Haji Pondok Gede, RS Medika Permata Hijau, dan Rumah Sakit Medika BSD. Ketika pertama kali ditahan KPK pada 12 Januari 2018, otomatis unit pencucian darah di rumah sakit itu terhambat.

"Di sana BPJS enggak ada yang tanda tangan dan pasien juga kehilangan," ungkap Bimanesh saat memberikan keterangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Juni 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Sebagai dokter ginjal, dia mengaku memiliki ikatan batin dengan para pasien. Bimanesh mengatakan salah satu perawatnya sempat mengunjunginya di Rumah Tahanan Guntur.  "Dia mengabarkan jika empat pasien saya meninggal. Sedih saya tidak di sana untuk melihat penderitaannya," tutur dia.

Ia juga menyebut salah satu pasiennya yang sudah dipersiapkan untuk cangkok ginjal dari donor orang lain meninggal. Sejak ia ditahan oleh KPK, pasien tersebut tidak terurus. 

Selain itu, menurut dia, sebelum meninggal, pasien tersebut sempat meminta izin bersaksi untuk Bimanesh. Namun, ia tidak mengizinkannya.
 
"Tadinya dia mau jadi saksi meringankan, tapi saya enggak izinin, karena dia lagi sakit," imbuh dia.

Baca: Bimanesh Merasa Diperdaya Fredrich

Mantan dokter RS Polri itu juga mengaku berat menerima kenyataan yang ia hadapi. Apalagi, selama menjadi dokter ginjal, ia mengabdi untuk membantu pasien-pasien itu bisa sembuh.

"22 tahun jadi dokter ginjal, melihat orang yang mau mati agar mereka tetap punya pengharapan hidup. Enggak sampai hanya segini, mohon keadilan dan mohon keadilan bagi masyarakat," paparnya.

Mendengar pengakuan Bimanesh, anggota majelis hakim Mahfuddin mengaku prihatin. "Saudara aset, sudah kerja puluhan tahun. Kita berdoa bersama-sama agar penuntutan jangan sampai maksimal," ungkap hakim.


(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi