Tangkal Radikalisme, BNPT Gandeng 36 K/L
Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius. MI/Arya Manggala
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjalin kerjasama dengan 36 kementerian dan lembaga negara untuk menangkal paham radikalisme. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap tindak terorisme. 

Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius menjelaskan peran lembaganya sebagai konsultan. Ia mencontohkan misalnya kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyisipkan pesan ajaran antiradikalisme di dalam kurikulum pendidikan. 

"Contohnya kalau itu di SMP/SMA, kita minta dilihat lagi kurikulumnya, ekstrakurikulernya," kata Suhardi di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 30 Mei 2018.


Pun kerja sama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. BNPT rajin mengkampanyekan bahaya radikalisme di kalangan mahasiswa. Ia bilang lingkungan kampus rawan disusupi ajaran-ajaran radikal. 

"Kita minta peranannya, kita bikin MoU supaya ada langkah-langkah strategis terstruktur," ujar dia. 

Suhardi menambahkan BNPT juga memiliki tim ahli yang terdiri dari cendekiawan dan ulama. Tim ini yang merumuskan strategi dalam menanggulangi paham radikal dan pendekatan pencegahannya. 

"Kami punya kelompok ahli. BNPT punya 10 orang kelompok ahli, sembilan profesor, dan satu orang mentor kami. Sembilan profesor ini di bidang agama ada Prof Nasarudin Umar dan Azyumardi Azra," pungkas Suhardi. (Nena Tanda)




(SCI)