Plt juru bicara KPK Ali Fikri/Medcom.id/Candra.
Plt juru bicara KPK Ali Fikri/Medcom.id/Candra.

KPK Verifikasi Laporan Pemberian Amplop Ferdy Sambo ke LPSK

Fachri Audhia Hafiez • 18 Agustus 2022 23:19
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelaah laporan dugaan pemberian amplop dari mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ke staf Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dugaan pemberian amplop itu dilaporkan Tim Advokat Penegak Hukum dan Keadilan (Tampak).
 
"Saat ini masih verifikasi, telaah, dan nanti ada komunikasi dan koordinasi dengan pelapor," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Agustus 2022.
 
Ali mengatakan aturan penerimaan laporan menyesuaikan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. KPK khawatir bila tak memedomani beleid itu bakal dipersoalkan pihak lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti kalau tidak, akan seperti kemarin kami juga dipraperadilkan begitu ya, sekali pun itu kita hargai," ujar Ali.
 
Dia menekankan setiap laporan yang masuk ke KPK membutuhkan tahapan verifikasi. Berdasarkan aturan yang berlaku, butuh 30 hari untuk memverifikasi.
 

Baca: Mahfud Soal Sambo: Punya 'Kerajaan' di Polri


KPK butuh pengayaan terhadap laporan yang masuk. Lembaga Antikorupsi memastikan tidak terpaku dengan laporan yang disampaikan tersebut.
 
"Artinya begini kami butuh waktu tentunya ketika menerima laporan dari masyarakat tidak begitu saja kemudian selesai. Butuh waktu," tegas Ali.
 
Tampak melaporkan Ferdy Sambo ke KPK Senin, 15 Agustus 2022. Laporan dari perkumpulan pengacara itu terkait pemberian amplop yang diduga berisi uang dari Sambo untuk staf LPSK beberapa waktu lalu.
 
"Kami meminta KPK mengusut dugaan suap kepada staf LPSK," kata Koordinator Tampak Roberth Keytimu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
 
Roberth mengatakan pihaknya membawa bukti berupa pemberitaan media daring dalam laporan itu. Bukti itu diyakini kuat untuk menjelaskan adanya dugaan suap yang dilakukan Sambo kepada LPSK.
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif