Tanpa Linggis, Haris Tetap Bisa ke Pengadilan

Media Indonesia 19 November 2018 08:53 WIB
Pembunuhan di Bekasi
Tanpa Linggis, Haris Tetap Bisa ke Pengadilan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Haris Simamora sudah ditangkap. Ia ditetapkan sebagai pelaku tunggal pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi.

Empat nyawa melayang. Satu linggis digunakan Haris untuk membunuh suami-istri Diperum Nainggolan (38), dan Maya Ambarita (37), yang masih saudaranya sendiri. Dua anak mereka, Sarah (9) dan Arya (7), dicekik dengan tangan telanjang.

Namun, sampai kemarin, keberadaan linggis belum terungkap. Haris mengaku benda itu dia buang ke Kali Malang saat ia melarikan diri.


"Subdit Resmob akan mencari kembali linggis yang dibuang pelaku. Mereka akan bersinergi dengan penyelam dari Satpolair," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Sabtu, 17 November 2018.

Kepala Unit I Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Malvino Edward memimpin pencarian.

Pakar hukum pidana Universitas Satyagama Kaspodin Nor menyatakan sistem pembuktian hukum acara pidana mensyaratkan adanya dua alat bukti yang sah. Alat bukti berupa keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk atau keterangan terdakwa.

"Benda berupa linggis yang digunakan tersangka dalam melakukan tindak pidana pembunuhan adalah barang bukti, bukan alat bukti," ujar mantan Komisioner Komisi Kejaksaan itu.

Tanpa linggis, lanjutnya, sebetulnya perkara ini sudah cukup bukti untuk diajukan ke pengadilan. Namun, tindakan penyidik mencari barang bukti linggis ialah upaya yang sangat bagus. "Kalaupun tetap tidak ada barang bukti itu, tidak menghambat perkara tersebut naik ke pengadilan." (Hym/J-3)



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id