KPK Kantongi Percakapan Neneng dengan Petinggi Lippo

Juven Martua Sitompul 12 November 2018 22:42 WIB
meikarta
KPK Kantongi Percakapan Neneng dengan Petinggi Lippo
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan telah mengantongi percakapan antara Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dengan sejumlah petinggi Lippo Group, termasuk CEO Lippo Group James Riady. Isi percakapan itu berkaitan dengan perizinan pembangunan Meikarta.

"Yang pasti komunikasi yang kami pegang tersebut itu sangat relevan dan terkait dengan perkara yang sedang disidik ini tentu dugaan suap terkait proses perizinan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 12 November 2018.

Sayangnya, Febri masih belum mau mengungkap siapa yang lebih intensif melakukan percakapan dengan Neneng. Yang jelas, kata dia, percakapan itu berkaitan dengan kongkalingkong perizinan pembangunan Meikarta, milik Lippo Group.


"Komunikasinya dengan siapa saja tentu tidak bisa saya sebut, karena itu bagian dari materi penyidikan yang sifatnya sangat teknis," ujarnya.

Febri lagi-lagi menjawab diplomatis saat disinggung apakah pihak yang lebih sering menghubungi Neneng adalah para petinggi Lippo Group. Dia hanya memastikan semua isi percakapan pihak terkait tengah ditelaah lebih lanjut oleh penyidik.

"Tapi benar ada dugaan komunikasi antara Bupati dengan pihak-pihak yang terkait dalam perkara ini," pungkasnya.

Baca: Petinggi Lippo Cikarang Diperiksa KPK

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

KPK tengah gencar menelusuri sumber uang suap Meikarta, yang diduga berasal dari Lippo Group. Tercatat, mereka dari Lippo Group yang sudah dimintai keterangan terkait hal ini antara lain Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.

Baca: Suap Meikarta Demi Kepentingan Lippo Group

Kemudian Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT LippoCikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi.

Teranyar, giliran Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap juga adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dengan Neneng.

Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu dengan Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng. Tak hanya James, Eddy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng.

Baca: KPK Kantongi Bukti Skandal Lippo Group di Meikarta

Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Eddy dan Neneng membahas soal pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.





(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id